Nilai Ekspor Minyak Sawit Indonesia 2025 Tembus Rp 590 Triliun

Selasa, 28 April 2026 | 12:06:33 WIB
Pekerja mengangkut buah sawit.

JAKARTA (RA) – Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Nilai ekspor tercatat mencapai US$ 35,87 miliar atau setara sekitar Rp 590 triliun, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, mengungkapkan kenaikan nilai ekspor ini tidak hanya didorong oleh peningkatan volume, tetapi juga oleh menguatnya harga rata-rata di pasar global.

"Nilai ekspor tahun 2025 naik 29,23% dibandingkan 2024 yang sebesar US$ 27,76 miliar. Ini dipengaruhi kombinasi volume ekspor yang meningkat dan harga yang lebih baik," ujar Mukti dalam keterangan resminya yang diterima riauaktual.com, Selasa (28/4/2026).

Sepanjang 2025, produksi crude palm oil (CPO) mencapai 51,66 juta ton atau naik 7,26% dibandingkan 2024 sebesar 48,16 juta ton. Sementara itu, produksi palm kernel oil (PKO) juga meningkat 6,41% menjadi 4,89 juta ton dari sebelumnya 4,59 juta ton.

Secara total, produksi CPO dan PKO Indonesia pada 2025 mencapai 56,55 juta ton, tumbuh 7,18% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 52,76 juta ton.

Di sisi domestik, konsumsi dalam negeri turut meningkat 3,82% menjadi 24,77 juta ton dari 23,85 juta ton pada 2024. Kenaikan terbesar terjadi pada sektor biodiesel yang melonjak 10,97% menjadi 12,70 juta ton.

Mukti menjelaskan, lonjakan konsumsi biodiesel dipicu oleh peningkatan mandatori bauran dari 35% menjadi 40%.

"Program biodiesel masih menjadi penopang utama penyerapan sawit di dalam negeri. Dan dengan B50, serapan dlama negeri diperkirakan akan meningkat tahun ini," katanya.

Sementara itu, konsumsi oleokimia naik tipis 1,22% menjadi 2,23 juta ton. Berbeda dengan sektor pangan yang justru mengalami penurunan 3,64% menjadi 9,83 juta ton.

Untuk kinerja ekspor, total volume ekspor minyak sawit dan turunannya mencapai 32,34 juta ton atau naik 9,51% dibandingkan 2024 sebesar 29,53 juta ton.

Kenaikan ekspor terbesar berasal dari produk minyak sawit olahan yang mencapai 22,73 juta ton, disusul oleokimia 5,08 juta ton, CPO 2,96 juta ton, dan olahan minyak inti sawit 1,56 juta ton.

Dari sisi negara tujuan, peningkatan ekspor terbesar terjadi ke kawasan Afrika, China, Malaysia, Bangladesh, dan Pakistan. Sebaliknya, ekspor ke India, Uni Eropa, dan Amerika Serikat mengalami penurunan.

Selain volume, faktor harga juga berkontribusi besar terhadap lonjakan nilai ekspor. Harga rata-rata CIF Rotterdam pada 2025 tercatat sebesar US$ 1.221 per ton, lebih tinggi dibandingkan 2024 yang berada di level US$ 1.084 per ton.

Dengan produksi dan ekspor yang meningkat, stok akhir CPO dan PKO pada 2025 tercatat sebesar 2,07 juta ton, turun 19,79% dibandingkan stok akhir 2024 sebesar 2,58 juta ton.

Tags

Terkini

Terpopuler