PEKANBARU (RA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menggelar Rapat Kerja Optimalisasi Pajak Daerah sebagai langkah strategis dalam meningkatkan pendapatan asli daerah, Senin (27/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memperkuat sinergi lintas sektor.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa gagasan peningkatan pendapatan daerah telah dibahas secara serius sejak dua bulan terakhir.
Pembahasan tersebut untuk merumuskan langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan agar bisa memompa pendapatan daerah.
“Secara strategis gubernur dan Forkopimda sejak dua bulan lalu telah membahas gagasan tentang peningkatan pendapatan daerah dengan melibatkan Forkopimda,” ujar Syahrial Abdi, Senin (27/4/2026).
Syahrial menjelaskan bahwa dirinya ditunjuk sebagai Ketua Tim Optimalisasi Pajak Daerah untuk mengeksekusi gagasan tersebut. Tim ini kemudian diwujudkan dalam bentuk Tim Optimalisasi Pajak Daerah (OPAD) yang memiliki struktur kerja terorganisir.
Dalam pelaksanaannya, Tim OPAD dibagi menjadi tiga kelompok kerja atau pokja yang masing-masing memiliki fokus penanganan berbeda. Setiap pokja juga melibatkan unsur Forkopimda sesuai dengan bidang permasalahan yang ditangani.
Pokja pertama atau Satgas 1 menangani Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB), serta pajak alat berat. Sementara itu, Satgas 2 berfokus pada Pajak Air Permukaan dan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB).
Adapun Satgas 3 bertugas mengoptimalkan pajak sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan. Pembagian ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas kerja berdasarkan data dan potensi yang dimiliki masing-masing sektor.
“Kita samakan persepsi hari ini, intinya semua potensi yang memungkinkan untuk peningkatan optimalisasi pendapatan akan digali,” tegas Syahrial.
Sekdaprov Riau menekankan pentingnya kesamaan visi antar seluruh pihak agar program berjalan maksimal. Lebih lanjut, Syahrial menyampaikan bahwa pemerintah daerah optimis akan memiliki target yang jelas dalam upaya ini.
“Targetnya yang jelas kita punya optimisme untuk mengembalikan APBD ke dua digit,” ujarnya.