Ustad Abdul Somad Sampaikan Pesan Damai, Berharap Kisruh Rokan Hilir Segera Mereda

Selasa, 14 April 2026 | 14:49:01 WIB
Ustad Abdul Somad

PEKANBARU (RA) - Kerusuhan yang terjadi di Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir menjadi sorotan sejumlah tokoh masyarakat. Salah satunya, ulama kondang Ustad Abdul Somad (UAS).

Dirinya mengajak masyarakat untuk menciptakan situasi kondusif dan menyerahkan segala pemicu kerusuhan kepada aparat penegak hukum dan pihak berwenang.

"Kepada seluruh masyarakat yang ada di Kabupaten Rokan Hilir, terkhusus di Panipahan. Saya sudah melihat beberapa video yang sampai ke kami, mudah-mudahan keadaan dan kondisi segera kondusif," katanya.

"Serahkan segala sesuatunya kepada pihak yang berwajib yang sudah turun. Mulai dari Polda Riau, Polres Rokan Hilir dan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir," tambahnya, Selasa (14/4/2026).

UAS mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kedamaian, ketentraman dan berharap kisruh di Kabupaten Rokan Hilir segera berakhir.

"Kita jaga lagi kedamaian, ketentraman dan kondusifitas. Mudah-mudahan segala kemungkaran ini segera berakhir. Di masa yang akan datang, daerah kita akan lebih baik lagi. Karena kita diajarkan untuk Rahmatan Lilalamin. Mari kita jaga kondusifitas dalam keadaan aman damai. InsyaAllah segala huru hara ini segera berakhir," ungkap UAS.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk tidak menerima informasi bernada adu domba ataupun tidak diketahui sumber kebenarannya.

"Jauhi fitnah dan berita hoaks, jangan mau diadu domba oleh isu yang memecah belah, dan tetap jaga kerukunan meski berbeda pandangan," pungkas Ustad Abdul Somad.

Sebelumnya, Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi mengungkap pemicu kericuhan yang terjadi di Panipahan berawal dari konflik kecil yang berkembang di media sosial.

Hengki menjelaskan, awal kejadian bukan langsung terkait kasus narkoba, melainkan perselisihan antara dua orang ibu-ibu yang kemudian melebar.

"Pemicu awalnya adalah keributan dua orang ibu. Salah satunya tidak terima anaknya diberi uang THR lalu diposting di media sosial, kemudian berkembang dengan saling tuduh hingga memicu emosi," ujar Hengki, Senin (13/4).

Menurutnya, konflik tersebut sempat dimediasi di Polsek Panipahan, namun tidak menemukan titik temu. Perselisihan justru berlanjut di media sosial hingga memancing reaksi masyarakat.

"Dari situ berkembang, kemudian muncul aksi massa yang berujung perusakan. Ini yang kita sebut kejadian kontinjensi, muncul secara mendadak," jelasnya.

Meski begitu, Hengki tidak menampik bahwa peredaran narkoba di wilayah tersebut memang menjadi keresahan masyarakat. Panipahan dinilai rawan karena berada di wilayah perbatasan.

"Sebagian besar narkoba yang kita ungkap berasal dari luar negeri. Wilayah ini berbatasan langsung dengan Malaysia, sehingga memiliki kerawanan tersendiri," katanya.

Tags

Terkini

Terpopuler