Lokasi Diblokade, Pedagang Cut Nyak Dien Keluhkan Sepi Pembeli

Senin, 13 April 2026 | 20:57:47 WIB
Kuliner malam Cut Nyak Dien sepi pembeli dampak dari blokade aksi unjukrasa, Senin (13/4/2026).

PEKANBARU (RA) - Aksi blokade jalan oleh pendemo yang menolak relokasi pada kawasan TNTN yang digelar di samping Kantor Gubernur Riau, berdampak pada pedagang kuliner  di sekitar lokasi.

Pasalnya, lokasi yang biasanya digunakan sebagai tempat berdagang, saat ini diblokade dan ditempati oleh para massa aksi untuk beristirahat.

Salah seorang pedagang, Rani menyebutkan dirinya sempat mengalami kesulitan untuk berdagang malam ini, Senin (13/4/2026).

"Biasanya kan jualan di dekat Drive Thru BRK Syariah, tapi karena ramai pendemo, jadinya saya harus cari tempat baru," kata Rani.

Selain kesulitan mencari titik berjualan, keadaan sepi pembeli juga menjadi keluhan para pedagang.

"Jalan dari arah Sudirman ke pasar kuliner ditutup. Mereka berdirikan tenda di tengah jalan kaya gitu, ya pembeli jadi tidak mampir ke lokasi jualan kami," katanya.

Tak hanya itu, keluhan juga datang dari pedagang lain yang biasanya memarkirkan kendaraan pada sisi kiri kantor Gubernur Riau.

"Biasa kami parkir di pagar samping kantor Gubernur. Karena jalan diblokade mereka, jadinya parkiran kami jauh," ungkap Zaki.

Zaki menyayangkan tindakan penyampaian aspirasi ini tidak mempertimbangkan aspek, yang berdampak pada kerugian pihak lain.

"Kalau kaya gini, kan yang rugi kami pedagang. Tujuan mereka kesini mau memperjuangkan hak mereka, kalau kondisinya kaya gini, malah terkesan menghalangi rezeki orang dan mengganggu ketertiban umum," pungkasnya.

Untuk diketahui, aksi mendirikan tenda dan blokade jalan ini merupakan buntut dari tidak terpenuhinya keinginan massa aksi untuk melakukan pertemuan secara daring dengan Presiden RI Prabowo Subianto.

Tak hanya mendirikan tenda, mereka turut membuat dapur umum dan toilet portabel yang berada di samping Masjid Al Hidayah, Komplek Kantor Gubernur Riau.

Dari informasi yang didapatkan, massa aksi akan terus menyuarakan tuntutan mereka hingga Sabtu, 18 April mendatang.

Terkini

Terpopuler