BENGKALIS (RA) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Riau, terus meluas.
Hingga awal April 2026, total luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 235 hektare.
Anggota Manggala Agni, Jamil, menjelaskan bahwa kebakaran awalnya terdeteksi pada 26 Maret 2026 dengan luas sekitar 5 hektare.
Namun, dalam beberapa hari terakhir, api terus meluas hingga mencapai ratusan hektare.
"Luas terbakar awal sekitar 5 hektare pada 26 Maret, dan hingga 6 April 2026 totalnya sudah mencapai kurang lebih 235 hektare," ujar Jamil dalam keterangannya, Rabu (8/4/2026).
Dari total tersebut, sekitar 110 hektare lahan telah berhasil dipadamkan oleh tim gabungan.
Sementara itu, petugas saat ini masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di area seluas kurang lebih 125 hektare.
"Yang sudah padam sekitar 110 hektare, dan saat ini masih dilakukan pemadaman serta pendinginan di sekitar 125 hektare," jelasnya.
Ia mengungkapkan, kebakaran melanda berbagai jenis lahan milik masyarakat. Mayoritas lahan yang terbakar merupakan perkebunan seperti sawit, karet (getah), dan sagu.
Selain itu, kondisi lahan yang didominasi tanah gambut menjadi salah satu faktor yang menyulitkan proses pemadaman.
Api di lahan gambut cenderung membakar hingga ke bawah permukaan tanah sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk dipastikan benar-benar padam.
"Lahan yang terbakar umumnya adalah perkebunan masyarakat, seperti sawit, getah, dan sagu. Jenis lahannya juga didominasi tanah gambut dan sebagian lahan kering," ungkap Jamil.
Meski demikian, upaya pemadaman sedikit terbantu dengan ketersediaan sumber air di sekitar lokasi.
Petugas memanfaatkan sumber air tersebut untuk mendukung proses pemadaman dan pendinginan agar api tidak kembali muncul.
"Terdapat sumber air di sekitar lokasi dengan kondisi yang cukup, sehingga bisa dimanfaatkan dalam proses pemadaman," tutupnya.
Sementara itu Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar saat dikonfirmasi mengungkapkan hal yang sama.
"Saat ini tim masih berupaya melakukan pemadaman di lokasi dan penyelidikan lebih lanjut," tutupnya.