Ini yang Terjadi pada Tubuh Kalau Stop Makan Gula dan Tepung Selama 24 Jam

Selasa, 31 Maret 2026 | 06:34:45 WIB
Ilustrasi tepung.

RIAUAKTUAL (RA) - Pola makan masa kini sering kali tak lepas dari gula dan tepung yang hadir hampir di setiap menu harian. Tanpa disadari, keduanya menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kebiasaan makan banyak orang.

Namun, bagaimana jika konsumsi gula dan tepung dihentikan sementara selama sehari saja? Langkah sederhana ini ternyata bisa memberi efek luar biasa pada kesehatan.

Dikutip dari India Times, berikut ini sederet efek yang muncul di tubuh setelah berhenti makan gula dan tepung selama 24 jam:

1. Gula Darah Mulai Stabil

Saat gula dan tepung stop dikonsumsi, terutama yang olahan seperti pada makanan manis, soda, dan kue, lonjakan gula darah akan berkurang dengan cepat.

Makanan tinggi karbohidrat sederhana mudah dipecah menjadi glukosa, yang menyebabkan peningkatan gula darah secara tajam. Hal ini memicu pankreas melepaskan insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam sel sebagai energi atau cadangan.

Jika sering terjadi, lonjakan ini bisa menyebabkan resistensi insulin, cikal bakal diabetes tipe 2. Dengan mengurangi gula dan tepung, gula darah menjadi lebih stabil dan sensitivitas insulin dapat membaik.

2. Tubuh Mengeluarkan Kelebihan Cairan

Mengurangi gula dan tepung akan menguras cadangan glikogen di hati dan otot. Setiap gram glikogen mengikat sekitar 3-4 gram air.

Dalam 24 jam, saat glikogen digunakan sebagai energi, air ini ikut dilepaskan. Akibatnya, perut terasa tidak terlalu kembung dan tubuh terasa lebih ringan. Kadar insulin yang lebih rendah juga membantu ginjal membuang kelebihan natrium, sehingga mengurangi retensi cairan.

3. Perubahan Craving Makanan

Gula dan tepung olahan memicu lonjakan dopamin, yang bisa menimbulkan keinginan makan berlebih bahkan efek 'ketagihan' pada makanan. Menghentikan konsumsi gula dan tepung selama 24 jam mulai 'mengatur ulang' sistem ini.

Awalnya mungkin justru merasa lebih ngidam, tapi itu tanda otak sedang beradaptasi. Untuk membantu proses ini, penting mengonsumsi makanan yang kaya nutrisi.

4. Peradangan Berkurang

Gula dan tepung dapat memicu peradangan dengan meningkatkan gula darah dan memberi 'makan' bakteri usus yang kurang baik. Dalam 24 jam setelah konsumsi gula dan tepung dihentikan, peradangan mulai mereda seiring stabilnya gula darah dan menurunnya stres oksidatif.

Hati dan ginjal juga membantu membersihkan zat-zat pemicu peradangan, sehingga kembung dan 'brain fog' bisa berkurang.

5. Energi dan Fokus Meningkat

Gula dan tepung sering menyebabkan energi naik cepat lalu turun drastis. Saat konsumsi keduanya dihentikan, tubuh mulai menggunakan lemak dan protein sebagai sumber energi yang lebih stabil.

Ini membantu mengurangi rasa lelah di siang hari dan meningkatkan kejernihan berpikir. Hasilnya, fokus dan konsentrasi bisa menjadi lebih baik.

Terkini

Terpopuler