Polisi Berbalut Identitas Melayu, Polda Riau Wajibkan Tanjak dan Selempang Setiap Jumat

Jumat, 20 Februari 2026 | 10:17:00 WIB
Kepala Biro SDM Polda Riau, Kombes Pol Boy Jackson Situmorang, didampingi Kabid Humas Polda Riau, Ketua Harian LAM Riau, Kepala Dinas Pariwisata Riau dan sejumlah pejabat lainnya usai apel di halaman Mapolda Riau.

PEKANBARU (RA) - Upaya merawat kearifan lokal kini menjadi bagian dari keseharian tugas kepolisian. Jajaran Polda Riau resmi memberlakukan penggunaan tanjak dan selempang bagi seluruh personel setiap hari Jumat. Kebijakan ini diluncurkan dalam apel yang digelar di halaman Mapolda Riau, Jumat (20/2/2026). 

Sekitar 11.000 personel yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Riau akan mengenakan atribut budaya Melayu tersebut secara rutin sebagai bagian dari identitas sekaligus penguatan nilai pelayanan. 

Apel peluncuran dipimpin Kepala Biro SDM Polda Riau, Kombes Pol Boy Jackson Situmorang, dan dihadiri para pejabat utama, perwakilan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil. 

Kombes Boy Jackson mengatakan bahwa tanjak dan selempang tidak dimaknai sebagai atribut seremonial semata. Tanjak merepresentasikan marwah dan kehormatan, sementara selempang menjadi simbol amanah yang harus dijalankan dengan keberanian, kejujuran, dan keteguhan. 

"Ini menegaskan dua dimensi tanggung jawab anggota Polri, yakni tanggung jawab konstitusional sebagai penegak hukum dan tanggung jawab kultural sebagai bagian dari masyarakat Melayu. Tujuannya untuk memperkuat pelayanan yang humanis, responsif, dan berkeadilan," ujarnya. 

Menurutnya, pemahaman terhadap budaya lokal akan mempererat kedekatan sosial antara polisi dan masyarakat. Kedekatan tersebut dinilai penting karena kepercayaan publik merupakan fondasi utama legitimasi tugas kepolisian. 

Senada dengan itu, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad menyebut kebijakan ini sebagai bentuk kecintaan Polri terhadap budaya daerah tempat bertugas. 

Ia menilai tanjak dan selempang mencerminkan peran polisi tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga pelindung nilai peradaban dan kearifan lokal. 

"Setiap Jumat, sekitar 11 ribu personel akan mengenakan tanjak dan selempang sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya Melayu," ujarnya. 

Dukungan juga datang dari LAM Riau. Datuk Seri Taufik Ikram Jamil mengapresiasi langkah tersebut dan menyebut Polda Riau sebagai salah satu institusi vertikal yang berada di garis depan dalam mengangkat simbol budaya Melayu ke dalam identitas kelembagaan. 

"Ini pilihan tepat di abad budaya. Kami siap mendukung agar nilai-nilai Melayu terus hidup dan mengakar dalam pelayanan publik," katanya. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Riau, Tekad Perbatasan Setia Dewa mengatakan bahwa pemakaian tanjak bagi pejabat pemerintah telah ada di Peraturan Gubernur Riau. 

"Ini sebetulnya telah ada di Peraturan Gubernur, tinggal dilaksanakan. Dan tentunya kami dari pemerintah juga akan ikut melaksanakan itu, pada hari Jumat akan menggunakan tanjak," kata Tekad. 

Program ini diharapkan tidak hanya memperkuat tampilan personel, tetapi juga menegaskan komitmen moral kepolisian untuk tetap profesional, humanis, serta berakar pada nilai-nilai luhur budaya Melayu dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Riau.

Tags

Terkini

Terpopuler