Kala Token Listrik Menjerit, Polri Datang Bawa Seragam untuk Bocah SD di Dumai

Jumat, 06 Februari 2026 | 14:34:08 WIB
Kapolsek Dumai Timur Kompol Aditya Reza membelikan seragam sekolah baru untuk Azka.

DUMAI (RA) - Suara token listrik yang berulang kali berbunyi memecah kesunyian sebuah rumah kontrakan sederhana di wilayah Polsek Dumai Timur.

Bunyi itu seperti pengingat, bahwa hari sedang berat bagi keluarga kecil yang tinggal di dalamnya.

Di tengah situasi itulah, Kamis (5/2/2026), rombongan Polres Dumai datang. Bukan membawa surat tilang atau urusan hukum, melainkan harapan yang dibungkus rapi dalam seragam sekolah baru.

Kedatangan polisi siang itu menyasar seorang bocah bernama Azka (7). Siswa kelas 1 sekolah dasar itu selama ini berangkat ke sekolah tanpa seragam nasional.

Bukan karena membangkang aturan, melainkan karena keadaan yang tak memberikan mereka banyak pilihan 

Ayah Azka merantau ke Batam sebagai buruh kasar. Sementara sang ibu bertahan di Dumai, menghidupi lima anak dengan pekerjaan serabutan.

Untuk urusan sekolah, keluarga ini hanya bisa mengandalkan seragam lungsuran dari tetangga atau bergantian dengan saudara.

"Kadang anak masuk sekolah pakai baju rumah," cerita sang ibu lirih.

Kisah itu menyentuh hati jajaran Polres Dumai. Kapolres Dumai AKBP Angga Febrian Herlambang menegaskan, kehadiran polisi tidak boleh berhenti pada penegakan hukum semata.

"Polri adalah bagian dari masyarakat. Jangan sampai ada anak yang kehilangan semangat belajar atau merasa rendah diri hanya karena tidak punya seragam sekolah," ujar AKBP Angga dengan nada empati.

Penyerahan bantuan dipimpin langsung Kapolsek Dumai Timur Kompol Aditya Reza.

Ia menyaksikan sendiri perubahan ekspresi anak-anak itu saat menerima seragam baru yang masih rapi dan wangi.

"Bagi kami, 'Polri untuk Masyarakat' bukan slogan. Ini harus dirasakan langsung, terutama oleh warga yang berada dalam kondisi paling sulit," kata Aditya.

Program Polisi Berbagi Kasih ini merupakan bagian dari implementasi Program Jalur Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, yang menekankan pendekatan humanis dan empati dalam pelayanan kepolisian.

"Saat kami tiba, token listrik rumah itu berbunyi," ungkap Aditya.

Bunyi itu menjadi simbol betapa rapuhnya kehidupan sebagian warga dan betapa pentingnya kehadiran negara di momen-momen genting.

Seragam baru itu diharapkan menjadi pemantik semangat bagi Azka dan saudara-saudaranya.

Dengan pakaian yang layak, mereka diharapkan tumbuh lebih percaya diri, berani bermimpi, dan mengejar masa depan yang lebih baik.

"Bantuan ini juga pesan bahwa mereka tidak sendiri," kata Aditya.

Ke depan, kepolisian berkomitmen melanjutkan kegiatan serupa secara berkelanjutan. Sentuhan kecil, namun bermakna.

"Karena keamanan yang kondusif lahir dari masyarakat yang sejahtera dan bahagia," tutupnya.

Tags

Terkini

Terpopuler