Tak Hanya Jembatan, Polda Riau Renovasi Bangunan Kelas SD Terpencil di Inhil

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:52:00 WIB
Polda Riau juga merenovasi ruang kelas di SDN 020 Sapat, Parit 14, Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir. (Dokumentasi Polda Riau)

INHIL (RA) - Polda Riau menunjukkan keseriusannya mendukung peningkatan infrastruktur di wilayah terpencil.

Selain membangun jembatan penghubung, Polda Riau juga merenovasi ruang kelas di SDN 020 Sapat, Parit 14, Kelurahan Sapat, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau.

Personel Satbrimob Polda Riau bersama Polres Inhil saat ini melakukan perbaikan bangunan sekolah yang mengalami kerusakan berat, sekaligus membangun jembatan akses menuju sekolah yang sebelumnya dalam kondisi membahayakan keselamatan siswa dan guru.

Tercatat, tiga ruang kelas di SDN 020 Sapat mengalami rusak berat dengan kondisi plafon nyaris ambruk. Akibatnya, kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan secara bergantian dalam satu ruangan.

Tak hanya ruang kelas, akses menuju sekolah juga menjadi persoalan serius. Jembatan satu-satunya yang menghubungkan permukiman warga dengan sekolah telah lapuk dan berlubang, sehingga berisiko bagi para pelajar.

Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora mengatakan, kondisi sekolah tersebut cukup memprihatinkan. Saat ini, hanya satu ruang kelas yang dapat digunakan untuk seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.

"Hanya satu kelas yang bisa digunakan untuk belajar-mengajar bagi seluruh siswa secara bergantian. Tiga ruang kelas lainnya rusak berat dan kini sedang direnovasi secara intensif oleh tim Polda Riau," ujar Farouk, Rabu (4/2/2026).

Berdasarkan data di lapangan, SDN 020 Sapat memiliki 26 siswa aktif. Namun keterbatasan sarana membuat proses belajar mengajar tidak berjalan optimal.

Renovasi yang dilakukan mencakup penggantian lantai kayu lama yang sudah lapuk dengan material yang lebih kuat dan aman.

Sementara pembangunan jembatan menuju sekolah telah memasuki tahap akhir berupa pemasangan pagar pembatas dan pengecatan.

Sebelumnya, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam menghadirkan akses dan konektivitas yang adil bagi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil.

"Polri hadir bergandengan tangan dengan masyarakat dan pemerintah daerah untuk mempercepat pemerataan pembangunan," kata Irjen Herry di Pekanbaru, 28 Januari 2026.

Berdasarkan hasil asesmen, Polda Riau menangani 26 titik jembatan di berbagai daerah. Rinciannya, pembangunan 17 jembatan baru dengan total panjang 463 meter serta perbaikan 9 jembatan dengan total panjang 263 meter.

Menurut Irjen Herry, pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan keadilan sosial, terutama bagi anak-anak di daerah pedalaman agar mendapatkan akses pendidikan yang aman dan layak.

Tags

Terkini

Terpopuler