Dugaan Kontes Kecantikan Waria di Paragon Pekanbaru, Pengamat: Tidak Boleh Ditoleransi

Selasa, 03 Februari 2026 | 15:12:00 WIB
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar bersama Polresta Pekanbaru saat mendatangi THM Paragon beberapa waktu lalu

PEKANBARU (RA) - Tempat Hiburan Malam (THM) New Paragon di Jalan Sultan Syarif Kasim, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, menjadi sorotan setelah viral beredar di media sosial video diduga kontes kecantikan waria di lokasi tersebut.

Sejumlah tokoh masyarakat, dan masyarakat tempatan juga sempat melakukan aksi unjuk rasa menuntut agar pemerintah menutup THM tersebut.

Pengamat Sosial Perkotaan, Dr Elviandri, M.Si. turut angkat bicara terkait kasus tersebut. Ia menilai tindakan penyimpangan perilaku di hiburan malam itu tidak dapat ditoleransi. 

"Karena secara agama dan budaya itu bukan kultur kita. Jadi itu sesuatu tindakan yang tidak dapat ditoleransi secara negara. Apalagi dia berada di daerah Melayu," tegas Elviandri, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, seluruh stakeholder harus berkolaborasi untuk melarang tindakan penyimpangan tersebut. Kalau dibiarkan, ini sama saja melakukan genosida terhadap generasi muda nanti.

"Kalau waria terus berkembang, siapa generasi berikutnya? ini kan bahaya. Ini bukan persoalan toleransi atau tidak toleransi. Untuk itu kita berharap pemerintah, stakeholder mari sama-sama persoalan waria ini tidak perlu kita toleransi kegiatannya, kalau perilaku seperti itu tidak boleh ada toleransi," ucapnya.

Ia menilai, orangnya silahkan ditoleransi dirangkul, ayomi dan dibimbing untuk kembali ke masyarakat seperti sebagimana mestinya. Tapi perilaku yang dibuatnya tidak boleh ditoleransi.

"Kita berbicara jangka panjang untuk kelestarian kita hidup di dunia ini. Jangan sampai perilaku ini merembes ke anak-anak kita," ulas Elviandri yang juga merupakan salah satu Dosen di UIN Suska Riau ini.

Ia berharap, agar pemerintah dapat segera mengambil tindakan terhadap kegiatan yang meresahkan masyarakat ini. 

"Harus serius kita menyikapi ini. Terutama pemerintah, kita tidak benci orangnya, tapi kita benci perilakunya," pungkasnya.

Terkini

Terpopuler