PEKANBARU (RA) - Komisi III DPRD Kota Pekanbaru menggelar hearing bersama manajemen Rumah Sakit Daerah (RSD) Madani untuk mengevaluasi kinerja tahun 2025 sekaligus membahas rencana kerja tahun 2026.
Rapat berlangsung di Ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Pekanbaru, Kamis (22/1/2026) kemarin.
Rapat dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Tekad Indra Pradana Abidin, didampingi anggota Lindawati, Sri Rubiyanti, dan Zakri Fajar Triyanto.
Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur RSD Madani Ir Darma serta perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru.
Direktur RSD Madani Ir Darma menyampaikan, Komisi III DPRD Pekanbaru dan Pemerintah Kota Pekanbaru memberikan dukungan penuh terhadap upaya pembenahan yang dilakukan manajemen rumah sakit.
"Terlepas dari persoalan anggaran, pelayanan tetap menjadi prioritas utama. Pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan," kata Darma.
Ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama persoalan hukum lama yang berdampak pada kondisi keuangan rumah sakit, seperti utang yang belum terselesaikan sehingga menghambat pengadaan obat dan alat kesehatan yang bersifat mendesak.
Meski demikian, Darma menyebut RSD Madani terus menunjukkan progres positif, salah satunya dari peningkatan jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap.
"Sejak layanan hemodialisis (cuci darah) diluncurkan November 2025, jumlah pasien terus bertambah. Saat ini bahkan sudah dibuka shift sore," paparnya.
Ke depan, RSD Madani juga merencanakan penambahan hingga 20 unit mesin cuci darah untuk meningkatkan kapasitas pelayanan pasien.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Tekad Indra Pradana Abidin menilai, sejak dilantiknya direktur baru pada Oktober 2025, telah terjadi banyak perubahan positif di internal RSD Madani.
"Alhamdulillah sudah banyak perubahan yang terjadi, walaupun memang masih ada tantangan, terutama dalam peningkatan pelayanan," ujar Tekad.
Komisi III DPRD Pekanbaru menegaskan agar RSD Madani terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan sehingga mampu bersaing dengan rumah sakit swasta dan menjadi rumah sakit rujukan yang dipercaya masyarakat.
"Lonjakan kunjungan pasien pada November dan Desember hampir dua kali lipat dibanding sebelumnya. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat mulai meningkat," jelasnya.
Selain layanan cuci darah, DPRD Pekanbaru juga mendorong RSD Madani membuka layanan kesehatan baru seperti kemoterapi dan cath lab yang direncanakan akan didukung melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat.
"Kami minta manajemen menyiapkan SDM untuk menunjang layanan-layanan tersebut," katanya.
Tekad juga menyoroti persoalan kehadiran dokter yang dinilai masih menjadi pekerjaan rumah.
Menurutnya, setiap poli harus tetap buka dan dokter wajib standby meski belum ada pasien.
"Kami berharap setiap poli tetap buka dan dokternya standby. Ini masih menjadi PR bagi RSD Madani," tegasnya.
Ia menjelaskan, kendala tersebut tidak terlepas dari status sebagian dokter yang merupakan ASN PPPK sehingga jam kerja mereka diatur regulasi kepegawaian.
"Ini harus dicarikan solusi agar pelayanan tetap optimal," ujarnya.
Meski jumlah dokter spesialis di RSD Madani mencapai sekitar 41 orang, komposisinya dinilai belum merata.
"Ada penumpukan di satu atau dua disiplin ilmu, sementara beberapa spesialis yang dibutuhkan justru belum tersedia," ungkap Tekad.
Komisi III DPRD Pekanbaru pun mendorong adanya pemerataan dokter spesialis agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin lengkap dan maksimal.
"Untuk kompetensi, kami yakin dokter-dokter spesialis di RSD Madani profesional dan berkompeten," tutupnya.