Isi Pesan WhatsApp Terakhir Pekerja Kafe di Pekanbaru Sebelum Ditemukan Tewas

Senin, 19 Januari 2026 | 20:48:00 WIB
https://www.youtube.com/watch?v=YRSAj8oFRt4

PEKANBARU (RA) - Kisah tragis menimpa pria berinisial SH, seorang pekerja kafe di Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sail, Pekanbaru. 

Pria tersebut ditemukan meninggal dunia dan diduga bunuh diri di Jalan Tamrin, Minggu (18/1/2026).

Sebelum ditemukan tewas, korban diketahui meninggalkan pesan perpisahan melalui aplikasi WhatsApp yang dikirimkan ke akunnya sendiri. 

Dalam pesan itu, korban mengungkapkan penyesalan, permintaan maaf kepada orang-orang terdekat, serta curahan hati terkait kondisi keuangan yang terpuruk akibat judi online.

Korban mengaku telah mengambil uang kas sebesar Rp3 juta, menggadaikan sepeda motor, serta terlilit utang. 

Ia bahkan menuliskan nominal uang untuk menebus motor yang digadaikan dan meminta agar kendaraan tersebut dijual guna menutup kerugian.

Pesan perpisahan itu juga disertai peringatan agar orang lain tidak mengikuti jejaknya.

“Jangan judi ya… semuanya karena judi,” tulis korban dalam pesannya.

Selain itu, korban mengaku mengalami kecanduan judi online, terutama setelah sempat melakukan penarikan dana dalam jumlah besar. 

Tekanan ekonomi serta ketakutan menghadapi konsekuensi hukum disebut membuat korban merasa tidak sanggup melanjutkan hidup.

Kasatreskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah mengatakan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, polisi tidak menemukan unsur tindak pidana.

“Dari hasil olah TKP sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau keterlibatan pihak lain. Barang bukti yang ditemukan menguatkan dugaan korban meninggal dunia akibat bunuh diri,” kata Anggi, Senin (19/1/2026).

Ia menambahkan, pihak keluarga korban menolak dilakukan visum et repertum di RS Bhayangkara Pekanbaru.

“Keluarga telah membuat surat pernyataan resmi menolak visum dan memilih mengurus pemakaman secara mandiri dengan bantuan warga,” jelasnya.

Terkini

Terpopuler