XIII Koto Kampar Dukung Jon Erizal Jadi Gubernur Riau

XIII Koto Kampar Dukung Jon Erizal Jadi Gubernur Riau
Jon Erizal diarak menuju Istana Adat

RIAU (RA)- Dukungan terhadap Jon Erizal, sebagai balon gubri dari PAN, untuk menjadi Gubernur Riau masa bhakti 2013-2018 terus mengalir. Setelah warga Desa Ganting Damai, Kecamatan Salo dan tomas serta pemuda Kampung Pulau, Kecamatan Bangkinang Seberang menyatakan dukungan pada Minggu (26/8), kini giliran masyarakat di Kecamatan XIII Koto Kampar.

Nursyid H. Tengku Mahmuddin terang-terangan menyatakan, mendukung H. Jon Erizal, SE, MBA menjadi Gubernur Riau menggantikan HM Rusli Zainal pada Pemilukada tahun depan. Menurut Tuan Guru ini, Jon Erizal, merupakan tokoh berpembawaan tenang dan berjiwa agamis, dan dinilai layak melanjutkan kepemimpinan Riau untuk periode mendatang. "Saya mendukung Jon Erizal, dan berharap dukungan ini mendapat respon positif dari masyarakat di Kecamatan XIII Koto Kampar," kata Tengku Mahmuddin.

Pernyataan dukungan itu disampaikan Tengku Mahmuddin usai bersilaturrahmi dengan Jon Erizal pada acara Halal bi halal sekaligus memperingati 1 abad Syech H Abdurrahman bin Paduko Laksmano di Surau Syech Abdurrahman, Desa Tanjung Alai, Kecamatan XIII Koto Kampar, Senin (27/8).

Selain dihadiri tak kurang 700 jemaah, halal bi halal ini juga dihadiri Kepala Desa Tanjung Alai, Yulhendri, tokoh-tokoh masyarakat dan ninik mamak yang berpakaian adat, yakni Datuk Besar Sinaro, Datuk Puto, Datuk Indo Besar, Datuk Marajo Kampar, Datuk Paduko Rajo, Datuk Sinaro, Datuk Bijo Dirajo, Datuk Simajelo, Datuk Marajo, Imam Kafrawi dan Buya Rusli dari Payakumbuh.

Buya Rusli dalam tausiah agamanya di hadapan ratusan jemaah yang datang dari berbagai desa di Kabupaten Kampar, sempat memuji penampilan Jon Erizal yang dimatanya adalah figur yang rendah hati dan mau berbagi.

"Saya baca di media, Pak Jon Erizal membagi-bagikan zakat ke masyarakat kurang mampu, dan zakat itu dia antar langsung ke kediaman warga. Pemimpin seperti ini yang kita inginkan. Hendaknya Pak Jon, kalau kelak ditakdirkan memimpin Riau, tetap menjadi pejabat yang amanah dan tak menghilangkan sifat kedermawan itu. Sebelum dan sesudah menjadi gubernur, Pak Jon jangan sekali-sekali berubah," tegas Buya Rusli yang diaminkan oleh jemaah yang hadir.

Buya Rusli bahkan sempat mendoakan Jon Erizal supaya terpilih menjadi gubernur pada pemilukada mendatang. "Kita doakan Pak Jon Erizal diberi kesehatan, dan disukseskan oleh Allah perjuangannya mengikuti pemilukada Riau, amiin," ujar Buya Rusli meminta dan diaminkan oleh jemaah.

Jon Erizal menyambut baik dan menyampaikan terima kasih atas apresiasi yang tinggi atas dirinya dari masyarakat di Kecamatan XIII Koto Kampar. Dia mengatakan, dukungan tersebut merupakan modal dasar baginya untuk terus melangkah dan berjuang dalam pemilukada tahun depan.

"Ketika saya masuk melangkahkan kaki di surau ini saya seperti sudah berada di rumah saya sendiri. Dan bagi saya berada di tengah-tengah jemaah dalam sebuah majelis, bukan semata saya lakukan pada saat hendak mau jadi gubernur. Belasan tahun lalu, kegiatan bersilaturrahmi seperti ini sudah saya lakukan," kata Jon Erizal yang juga Ketua Masjid Cut Mutia Jakarta ini.

Saya berharap, lanjut Jon Erizal, jemaah terus berdoa dan memberikan dukungan kepada dirinya agar berhasil dalam perjuangan ini. Tantangan yang kita hadapi ke depan membangun Riau sungguh sangat berat. Namun Jon optimis mampu menjawab tantangan itu karena Riau memiliki potensi sumberdaya alam dan sumber daya manusia yang jauh lebih bagus.

"Kabupaten Kampar sejak dahulu sudah kesohor memiliki SDM yang maksimal. Dan, itu dibuktikan dengan banyaknya politisi, akademisi, bahkan juru dakwah dari daerah ini. Karena itu saya optimis bila bapak-bapak, para pemuda dan ibu-ibu se ayun selangkah bersama saya memajukan Riau, tantangan tadi akan mampu mensejahterakan negeri ini," tambah jon Erizal.

Usai menghadiri acara halal bi halal, Jon Erizal menyempatkan diri berziarah ke maqam Nursyid Thariqat Naqsyabandi Syekh Abdurrahman bin Paduko Laksmano yang lahir tahun 1240 H dan wafat 1333 H yang terletak di depan mighrab Surau Syekh Abdurrahman. Kemudian mengikuti arak-arakan adat sepanjang dua kilometer bersama ninik mamak dan ratusan jemaah menuju istana adat di Masjid Taqwa Tanjung Alai.(rls)

Berita Lainnya

index