Potensi Bahaya Jajanan Ciki Ngebul, BPOM Pekanbaru Sebut Bisa Sulit Bernafas

Potensi Bahaya Jajanan Ciki Ngebul, BPOM Pekanbaru Sebut Bisa Sulit Bernafas
Ciki ngebul (internet).

Riauaktual.com-Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Pekanbaru menyatakan kalau jajanan Ciki Ngebul memiliki potensi bahaya saat dikonsumsi, menimbulkan keracunan yang bisa merenggut nyawa. 

Dampak nyata saat mengonsumsi jajanan itu ialah radang dingin, luka bakar pada jaringan kulit hingga ada efek tenggorokan terbakar. 

Hal itu diutarakan oleh Kepala BPOM di Pekanbaru Yosef Dwi Irwan, Rabu (18/1/2023), setelah adanya laporan kasus dibeberapa daerah akibat mengonsumsi Ciki Ngebul tersebut. 

"Orang yang mengonsumsi Ciki Ngebul ini mengakibatkan kerusakan internal akibat suhu yang teramat dingin menghirup uap asap nitrogen dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan kesulitan bernafas yang cukup parah," kata Yosef. 

Sejauh ini setidaknya ada 10 kasus, diantaranya di Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Ponorogo, di bulan Juli 2022 lalu. Kemudian, tujuh kasus terjadi di Tasikmalaya pada 19 November 2022 lalu. 

Kasus lainnya dialami anak laki-laki usia 4,2 tahun yang dirawat di UGD rumah sakit Haji Jakarta, 21 Desember 2022 lalu. Selanjutnya, dialami anak usia 6 tahun di Jember, 12 Januari 2023. 

"Kami Pekanbaru bersama Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru telah melakukan kegiatan pengawasan terhadap pangan siap saji yang ditambahkan Nitrogen cair," ujar Kepala BPOM.

Pengawasan ini kata Yosef, sesuai Surat Edaran Kemenkes Nomor KL.02.02/C/90/2023 tentang Pengawasan terhadap penggunaan nitrogen cair pada produk pangan siap saji. 

"Kemenkes meminta semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya  mengkonsumsi jajanan ice smoke atau ciki ngebul yang banyak dijual," kata Yosef. 

Masih kata Yosef, cairan Nitrogen bentuknya jernih, tidak berwarna dan tidak berbau. Sehingga tidak mengubah rasa jika digunakan untuk makanan. 

"Sensasi inilah yang membuat ciki ngebul banyak menarik perhatian sekaligus, digemari masyarakat utamanya anak-anak," tutupnya.

Berita Lainnya

index