Disperindag Pekanbaru Waspadai Minyak Goreng Oplosan

Disperindag Pekanbaru Waspadai Minyak Goreng Oplosan
(int)

PEKANBARU (RA)- Menyikapi temuan pihak kepolisian sektor Senapelan terhadap puluhan drum minyak goreng oplosan di Pekanbaru.

Minyak murah yang dikhawatirkan mengandung zat pemutih dan pembersih tersebut membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan (disperindag ) Kota Pekanbaru pertengahan Ramadhan ini kembali turun ke sejumlah pasar tradisional untuk mewaspadai peredaran minyak goreng oplosan.

Kepala Disperindag Kota Pekanbaru, El Syabrina ketika di konfirmasi riauaktual.com, Senin (6/8) mengaku dirinya baru mengetahui berita tersebut dari pihak Polsek Senapelan. Namun, sejauh ini dia belum melihat langsung seperti apa minyak goreng oplosan itu.

"Iya, saya sudah dengar berita itu dari Polsek Senapelan dan kita sudah turunkan staf ke lapangan. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Polsek Senapelan untuk menanyakan dimana saja peredaran minyak oplosan itu," kata El.

Dikatakannya, timnya sudah turun ke sejumlah pasar tradisional sejak Sabtu kemarin menyikapi temuan tersebut. Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat dan pelaku usaha kecil lebih berhati-hati membeli minyak goreng dengan harga miring.

"Kita imbau pelaku usaha kecil dan masyarakat supaya lebih berhati-hati dengan harga minyak yang ditawarkan. Indikasinya, kalau harga minyak biasanya antara Rp9.500 sampai Rp10.000, ternyata ada yang menawarkan dengan harga Rp 8.000 itu harus kita curigai," terangnya.

ketika ditanyakan bentuk oplosan yang dimaksut dalam temuan tersebut Sejauh ini, El mengaku pihaknya belum melihat bentuk sampel minyak goreng oplosan yang disinyalir mengandung zat pemutih dan pembersih. Karena barang bukti semuanya sudah di amankan Polsek senapelan.  

"Kalau mengandung zat pemutih dan pembersih itu berarti minyak jelantah yang disuling. Kalau nanti ditemukan di lapangan, pengecer langsung kita tindak," tambahnya.(RA1)

Berita Lainnya

View All