Pejabat Baru Diminta Dapat Memberikan Perubahan

Pejabat Baru Diminta Dapat Memberikan Perubahan

Riauaktual.com - Tujuh orang pejabat di lingkungan telah dilantik oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau Supardi, Selasa (6/9). Mereka diharapkan dapat membawa perubahan yang lebih baik di lingkungan Korps Adhyaksa Riau.

Pejabat yang dilantik yakni Meilinda sebagai Asisten Bidang Datun Kejati Riau. Ia menggantikan Dzakiyul Fikri yang berpindah tugas sebagai Kepala Bagian Penyusunan Program, Laporan dan Penilaian pada Sekretariat JAM Bidang Datun Kejagung RI

Kemudian, Ayu Agung akan dilantik sebagai Asisten Bidang Pengawasan Kejati Riau. Ayu Agung sebelumnya menduduki Kajari Jepara.

Lalu, Mohammad Nasir dilantik sebagai Kajari Pelalawan. Ia menggantikan posisi Silpia Rosalina yang pindah tugas sebagai Kajari Tangerang Selatan.

Fajar Haryowimbuko dilantik sebagai Kajari Rokan Hulu (Rohul). Ia menggantikan Pri Wijeksono yang mutasi sebagai Kepala Subdirektorat Pengamanan Informasi pada Direktorat Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen JAM Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI.

Lalu, Agustinus Herimulyanto dilantik sebagai Kajari Dumai. Selanjutnya, Romiyasi dilantik sebagai Kajari Indragiri Hulu (Inhu) menggantikan Furkon Syah Lubis. Yang mana, pejabat sebelumnya pindah tugas sebagai Kajari Labuhan Batu.

Zainur Arifin Syah dilantik sebagai Kajari Bengkalis menggantikan Rakhmat Budiman Taufani yang pindah tugas sebagai Asisten Bidang Pembinaan pada Kejati DI Yogyakarta. Terakhir, Fauzy Marasabessy dilantik sebagai Koordinator Kejati Riau.

“Hari ini, Pak Kajati sudah melantik dua Asisten, lima Kajari dan satu koordinator,” ungkap Asisten Bidang Intelijen Kejati Riau, Raharjo Budi Kisnanto.

Para pejabat yang baru dilantik kata Raharjo, dapat mengemban amanah yang diberikan kepadanya. Selain itu, diharapkan bekerja sesuai tugas pokok dan fungsi (Tupoksi).

“Pejabat yang dilantik diharapkan dapat membawa perubahan lebih baik. Pak kajati menyampaikan para Kajari agar dapat berprestasi ke depannya,” paparnya.

“Terutama dalam hal pencegahan dan pemberantasan korupsi, supaya lebih menonjol. Karena, itu salah satu indikator yang bisa dinilai,” sambung mantan Kajari Kabupaten Semarang.

Ketika disinggung apakah ada target yang diberikan kepada para Kajari, terutama dalam penanganan perkaran korupsi. Raharjo menjawab, tidak ada.

“Target tidak ada. Khusus penanganan Tipikor di Riau ini, sangat banyak. Apalagi ada putusan Mahkamah Konstitusi menyatakan mesti ada kerugian negera yang ril, sehingga penanganan korupsi agak lama karena menunggu hasil PKN,” pungkas Raharjo.

Berita Lainnya

index