Oknum Propam Polres Dumai Terjerat Narkoba, Begini Kata DPRD Riau

Oknum Propam Polres Dumai Terjerat Narkoba, Begini Kata DPRD Riau
Anggota Komisi I DPRD Riau, Mardianto Manan

Riauaktual.com - Akhir-akhir ini marak kasus oknum polisi yang terjerat kasus narkoba. Di Provinsi Riau sendiri, oknum Propam Polres Dumai ditangkap lantaran tersandung kasus narkoba.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi I DPRD Riau Mardianto Manan sangat menyayangkan adanya oknum yang harusnya memberantas peredaran narkoba, malah menjadi pelaku narkoba itu sendiri.

“Instansi kepolisian, aparat kepolisian sudah lah. Terjadi polemik selama ini, ada dugaan dari oknum tertentu mungkin terkesan ada yang mendukung, terkesan ada yang membeking. Bahkan ada yang diisukan terlibat narkoba,” kata Mardianto, Jumat (26/8/2022).

Ia meminta instansi tersebut lebih berbenah lagi. Oknum polisi kata dia, seharusnya membasmi narkoba, bukan membumikan narkoba.

“Marilah hari ini kita berbenah diri lagi. Buat keparcayaan yang betul-betul membasmi narkoba, jangan sebaliknya membumikan narkoba,” kata dia.

Sebelumnya, Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Riau melakukan penangkapan terhadap Aipda HJ. Oknum anggota Propam Polres Dumai diduga terlibat peredaran narkoba di Bumi Lancang Kuning. Tak tanggung-tanggung barang bukti disita sebanyak 1.035 butir pil ekstasi.

HJ diringkus di Kota Dumai, Ahad (21/8/2022). Dia tangkap bersama empat rekannya berinisial EH, CS, DP dan F.

Kapolres Dumai, AKBP Nurhadi Ismanto dikonfirmasi tak menampiknya. Ia membenarkan, ada anak buahnya yang diduga terlibat peredaran barang haram. “Iya, ada oknum anggota Polres Dumai (Aipda HJ) yang ditangkap berkaitan dugaan peredaran narkoba,” ujar Nurhadi, Rabu (24/8/2022).

Pengungkapan ini, kata perwira berpangkat tiga bunga melati, merupakan sebagai bentuk komitmen Polri untuk membersihkan oknum-oknum yang menjadi pelaku dan pengedar narkotika.

Ditegaskannya, tidak ada toleransi terhadap anggota Polri yang terlibat peredaran narkoba. Nurhadi menyampaikan, setiap oknum anggota Polri yang terbukti sebagai pengedar maupun bandar narkoba diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Yang bersangkutan akan diproses pidananya dan kode etiknya serta akan dipecat secara tidak hormat,” singkat mantan Kapolres Rokan Hilir.

Berita Lainnya

index