Mantan Manager dan Nasabah BJB Didakwa Rugikan Negara Rp7,2 Miliar

Mantan Manager dan Nasabah BJB Didakwa Rugikan Negara Rp7,2 Miliar

Riauaktual.com - Mantan Manager Bisnis Bank BJB Cabang Pekanbaru, Indra Osmer Gunawan dan Arif Budiman akhirnya diadili. Keduanya didakwa merugikan keuangan negara sebesar Rp7,2 miliar. 

Demikian terungkap dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, Rabu (3/8). Sidang beragendakan pembacaan surat dakwan dipimpin hakim ketua, Yuliarta. 

Dalam surat dakwaan yang dibacakan JPU dari Kejari Pekanbaru, Lusi menyatakan, terdakwa dijerat Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (2) huruf b Undang-undang (UU) RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHPidana. 

“Perbuatan para terdakwa secara bersama-sama, menguntungkan diri sendiri sebesar Rp7.233.091.582. Nilai tersebut, sama dengan nilai kerugian keuangan negara yang terjadi di Bank BJB,” ungkap Lusi. 

Timbulnya kerugian negara ini, merupakan sebab dari fasilitas Kredit Modal Kerja Kontruksi (KMKK) yang diberikan pihak bank kepada terdakwa Arif Budiman, berkat bantuan terdakwa Indra Osmer.

Atas dakwaan JPU, terdakwa Arif Budiman mengajukan nota keberatan atau eksepsi. Sementara terdakwa Indra Osmer tidak.

Diketahui, Arif Budiman selaku nasabah Bank BJB Cabang Pekanbaru memiliki hubungan kedekatan dengan Indra Osmer selaku Manajer Bisnis Bank BJB Cabang Pekanbaru Tahun 2015 sampai dengan 2016.

Dari kedekatan itulah Arif bekerjasama dengan Indra. Mantan Manajer Bisnis Bank BJB Cabang Pekanbaru itu pun diduga menyalahgunakan kewenangan jabatannya dengan tidak melakukan verifikasi kebenaran atau keabsahan atas kontrak atau Surat Perintah Kerja (SPK) yang diajukan oleh Arif secara berulang.

Sehingga Bank BJB Cabang Pekanbaru pun memberikan Kredit Modal Kerja Kontruksi (KMKK) standby loan kepada 2 perusahaan yang dimiliki oleh Arif. Namun Arif nyatanya tidak dapat melunasi pembayaran kewajiban kepada Bank BJB Cabang Pekanbaru.

CV. Palem Gunung Raya dan CV. Putra Bungsu milik Arif, menggunakan surat kontrak atau SPK fiktif untuk pengerjaan kegiatan di Kantor DPRD Provinsi Riau dan Dinas Pendidikan Kabupaten Kuantan Singgingi (Kuansing).

Hal ini lantas mengakibatkan kerugian pada Bank BJB Cabang Pekanbaru lantaran kredit macet, karena tidak ada sumber pengembalian atau sumber berbayar.

Setelah dihitung, berdasarkan Audit Perhitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Riau, terjadi kerugian Keuangan Negara sebesar Rp7.233.091.582. Untuk diketahui, Indra Osmer sendiri saat ini sedang menjalani masa hukuman 6 tahun penjara dalam perkara perbankan lain sebelumnya.

Berita Lainnya

View All