Politik nekat : Jalan Menuju puncak, Dalam bingkai Tekat yang kuat, Ya atau tidak ?

Politik nekat : Jalan Menuju puncak, Dalam bingkai Tekat yang kuat, Ya atau tidak ?
Drs.Sofyan,M.Si Dosen Tetap STIE Mahaputra Riau

Riauaktual.com - Dalam demokrasi yang sehat, kelemahan negara bukan hanya dibebankan kepada pemerintah, masyarakat sipil harus memberdayakan diri dan meningkatkan konsolidasi agar menjadi ”teman berlatih” negara.

Genderang persaingan utk memperebutkan posisi strategis dan terhormat telah dipukul. Gaungnya sudah terdengar dimana-mana dan itu lah sebuah proyeksi untuk dicitrakan.

Sarana media masa adalah alat politik yang paling populer untuk pencitraan para calon yg hendak meraih simpati dan dukungan terhadap masyarakat.

Upaya yg dilakukan para calon melalui berbagai prestasi yg pernah ditoreh selama ini agar mendapat dukungan pada saat maju pada tahun 2024 nanti, sementara catatan kegagalan diupayakan dan di bungkus supaya tidak diketahui semua pihak. 

Hari ini, terlihat tapak tilas para calon yang mengandung berbagai pertanyaan - pertanyaan siapa dia?, mengapa dia?, bagaimana dia dan apa tujuan dia ? Ah apa kali lah dia itu !,  Ini lah yg menjadi catatan tersendiri bagi para calon legislator dan para calon lainnya yg ikut berkompetisi pada tahun  2024 nanti untuk memperebutkan tempat yang terhormat.

Dewasa ini, Untuk meraih sesuatu yg diinginkan semua dituntut memiliki Tekat dgn berbagao perhitungan yg jelas dan terukur untuk mencapai hasrat tersebut, kalau ambisi saja yg dikedepankan maka disebut Nekat yg lebih dominan menonjol, emosional dan ambisi berlebihan, jelas tekat dan nekat sudah pasti jelas benang merah yg membatasi.

Berbicara tentang ingin meraih tempat terhormat dan strategis dalam konsep Tekat diawali dgn  perhitungan akan kemampuan diri dalam bidang pengelolaan nantinya bila bila saatnya tiba posisi tersebut berhasil diraih dgn melakukan procesting yg dihadapi kedepannya dan melakukan perhitungan dari ketersedian logistik atau sumber daya pendukung kemampuan.

Bila hal ini telah dikaji secara mendalam berpikir untuk kemauan atau keinginan merebut posisi strategis tedgn cara membentuk tim yg bekerja cerdas dan dapat dipercaya serta memiliki loyalitas yg  tinggi disamping integritas teruji maka harapan itu, akan bisa terwujud. 

Sementara bila mana diawali dgn konsep Tekad maka, akan berakibat pengorbanan yg besar namun tidak menghasilkan apa-apa bagaikan "Minyak Habis Arang Binasa" alias kerja sia-sia. 

Orang yg nekat untuk meraih posisi strategis dan atau tempat terhormat biasanya akan dikelilingi oleh pihak-pihak ABS atau Asal Bapak Senang yg lebih mengarah pada Tim yg mengarah menjadi sukses para pendukung tim tersebut, dan Apalagi mengawali keinginan tanpa melakukan evaluasi diri  dapat menghasilkan kekecewaan dikemudian hari. Sebab lebih menonjolkan ambisi ( Hawa Nafsu ) dan emosi. Untuk itu rasanya istilah Mengukur bayang-bayang dapat menjadi bahan renungan utk meraih harapan ingin dirai...

 

 

Oleh: Drs.Sofyan,M.Si Dosen Tetap STIE Mahaputra Riau

Berita Lainnya

index