DPRD Riau Harap Aplikasi MyPertamina Jadi Solusi Distribusi BBM Tepat Sasaran

DPRD Riau Harap Aplikasi MyPertamina Jadi Solusi Distribusi BBM Tepat Sasaran
Anggota Komisi V DPRD Riau, Ade Hartati Rahmat. (Sri Wahyuni/Riauaktual)

Riauaktual.com - Anggota Komisi V DPRD Riau Ade Hartati Rahmat mengungkap masih banyak industri yang menggunakan gas bersubsidi dalam menjalankan bisnis. Padahal, gas elpiji bersubsidi hanya untuk warga kurang mampu.

"Hal tersebut bukan lagi menjadi rahasia. Gas LPG 3 kilo kadang dipakai industri besar, biosolar kadang gitu juga, sehingga masyarakat kesulitan mencari," ucapnya. 

Saat ini, pemerintah mengeluarkan program berupa aplikasi MyPertamina untuk mengontrol penjualan bahan bakar bersubsidi, termasuk gas elpiji. Ia tidak menampik, permasalahan lapangan yang ditemui dalam penerapan aplikasi ini adalah banyak masyarakat yang belum memahami cara menggunakan aplikasi tersebut.

"Bagaimana dengan masyarakat yang tidak update dengan ini aplikasi ya. Nah, kalaupun ini yang harus menjadi solusi karena dalam satu keluarga itukan cukup satu yang mendaftar aplikasi MyPertamina, apakah anak, apakah ayah, yang inilah yang tidak update terhadap aplikasi," kata dia.

Apalagi, di wilayah Riau, Kota Pekanbaru dijadikan daerah percontohan penerapan aplikasi MyPertamina untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM). Masyarakat Pekanbaru sudah bisa melakukan registrasi melalui website subsiditepat.mypertamina.id sejak tanggal 18 Juli 2022.

Sistem pembelian pertalite dan solar menggunakan aplikasi MyPertamina diambil agar masyarakat yang berhak mendapatkan BBM bersubsidi terdaftar dalam database.

Ade mengatakan, kebijakan tersebut merupakan langkah pemerintah pusat untuk menanggulangi program-program yang selama ini kurang tepat menyasar masyarakat yang membutuhkan. Aplikasi ini diharapkan bisa memberi solusi agar hak masyarakat mendapatkan BBM bersubsidi bisa terpenuhi.

"Artinya begini, orang yang memiliki mobil dengan cc besar itukan tidak lagi dibolehkan membeli biosolar atau membeli pertalite. Itukan harus masuk ke kategori pemakaian dexlite, kalau untuk CC besar yang solar. Yang untuk premium kan itu harus pakai pertamax, yang bensin, kemudian premium, kemudian pertalite, dan biosolar itu, itu kan dikhususkan untuk kepentingan masyarakat," kata Ade.

Diharapkan, MyPertamina dapat mengontrol masyarakat kelas menengah ke atas dan industri besar untuk tidak mengambil jatah subsidi yang harusnya berikan kepada masyarakat menengah ke bawah. Sebab, masyarakat yang mampu itu bisa membeli bahan bakar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Berita Lainnya

View All