Terima Restorative Justice, Pencuri HP Menangis Karena Dibebaskan Jaksa

Terima Restorative Justice, Pencuri HP Menangis Karena Dibebaskan Jaksa

Riauaktual.com - Air mata Hendra Gusti terus mengalir membasahi pipinya. Pria berusia 34 tahun itu langsung sujud syukur usai dinyatakan bebas melalui program restorative justice atau penuntutan perkaranya dihentikan. 

Skema pengajuan penghentian penuntutan berdasarkan restorative justice dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru, Kamis (23/6). Adapun perkaranya yakni tindak pidana pencurian yang menjerat warga Kota Bertuah tersebut. 

Rompi warna orange yang melekat di tubuhnya dilepaskan, pascapenuntutan perkaranya resmi dihentikan. Masih dengan raut wajah sedih bercampur haru, Hendra langsung menyalami mantan istri dan anaknya seraya meminta permohonan maaf atas perbuatannya 

Kegiatan restorative justice dipimpin Kajari Pekanbaru, Teguh Wibowo di Aula Kantor Korps Adhyaksa Pekanbaru, Jalan Jendral Sudirman. Turut hadir pula Kasi Pidana Umum (Pidum), Zulham Pardamean Pane, Kasi Intel Lasargi Marel, Kasubbagbin Yongki Arvius, dan para pegawai. 

Teguh Wibowo menyampaikan, pemberian restorative justice kepada Hendra telah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan perundang-undangan berlaku. Hendra kata Kajari Pekanbaru, baru pertama kali melakukan tindak pidana, dan 
ancaman hukuman atas perbuatannya, tidak lebih dari 5 tahun.

"Kemudian nilai kerugian yang dialami korban, mantan istri tersangka ini, kurang lebih sekitar Rp2,5 juta," papar Teguh.

Tak kalah penting sebut Teguh, syarat lain restorative justice yakni pihak korban bersedia memaafkan tersangka, yang dinyatakan dengan perdamaian. "Alhamdulillah hari ini tersangka Hendra ini sudah lepas dari tuntutan," kata mantan Asisten Intelijen Kejati Sumatra Barat.

Hendra dikatakannya, melakukan tindak pidana pencurian terhadap handphone milik mantan istrinya. Ini bermula saat pria 34 tahun mendatangi  ke tempat usaha mantan istrinya dan tengah sedang melayani pembeli.

Tersangka kemudian masuk ke dalam dan menjumpai anak perempuan yang sedang bermain handphone milik ibunya. "Kesempatan itu digunakan tersangka Hendra untuk mengambil handphone yang dipegang anaknya itu, kemudian kabur," jelas Teguh.

Kemudian, handphone milik korban dijual tersangka. Uang hasil penjualan, sebagian digunakan untuk membayar hutang di tempat yang bersangkutan menggadaikan sepeda motor sebesar Rp250 ribu.

Teguh menambahkan, ini adalah restorative justice pertama yang dilakukan Kejari Pekanbaru. Terhadap barang bukti handphone diserahkan kepada korban.

Sementara itu, Hendra menyampaikan ungkapan terimakasih kepada Kejari Pekanbaru. Dia menuturkan, ditangkap oleh pihak Kepolisian atas perbuatannya dan menjalani penahanan selama 2 bulan.

Hendra mengaku khilaf melakukan pencurian. Ini karena dirinya kepepet hutang. "Itu iya (kepepet hutang). Kekhilafan saya juga," tutupnya.

Hendra menambahkan, setelah dinyatakan bebas, ia akan kembali pulang ke rumahnya. Sebelumnya, ia menandatangani administrasi restorative justice yang diterimanya.

Berita Lainnya

View All