Spesial, Anak Berkebutuhan Khusus Diperlakukan Baik di SDN 018 Kubang Jaya

Spesial, Anak Berkebutuhan Khusus Diperlakukan Baik di SDN 018 Kubang Jaya
Rifky dan temannya foto bersama Mahasiswa FKIP Prodi PGSD Universitas Islam Riau

Riauaktual.com - Menjadi salah seorang dengan berkebutuhan khusus sangatlah tidak mudah. Menjadi seseorang yang memiliki keterbatasan fisik, intelektual, emosi, dan sosial membuat seseorang tersebut perlu bimbingan lebih dari orang-orang sekitar, dikarenakan anak-anak ini dalam perkembangannya mengalami hambatan, sehingga tidak sama dengan perkembangan anak sebayanya.

Namun hal tersebut tak menghilangkan semangat mereka (anak berkebutuhan khusus, red). Salah satunya, Rifky, Murid kelas 1 bangku sekolah dasar ini terlihat tekun menulis didampingi seorang guru. Beberapa kali mereka terlihat berbicara namun berbeda dengan komunikasi pada umumnya. Guru yang mendampingi Rifky, dengan sabar beberapa kali mengulang jawaban yang ditanyakan oleh anak nan tampan itu agar materi benar-benar terpahami.

Diceritakan oleh Mahasiswa Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan Prodi PGSD Universitas Islam Riau, Rifky termasuk murid yang amat periang dan aktif, meskipun sejak kecil Rifky sudah mengalami gangguan pembicaraan. 

Empat mahasiswa ini diantaranya, Joan Ruth Agatha Sibuea, Julindri, Novia Puspita Sari dan Nurul Annisa sedang melakukan penelitian guna memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Inklusi ini turut berinteraksi langsung dengan guru hingga orangtua Rifky. 

"Rifky ini selalu minta bersekolah, dia dengan semangatnya sendiri," ujarnya. 

Dibimbing oleh Dea Mustika, S.Pd Pd, selaku Dosen Pembimbing, 4 mahasiswa dan mahasiswi ini turut mengapresiasi pihak sekolah yang dengan sabar dan telaten dalam mendidik Rifky. 

"Waktu kami tanyakan, orangtua nya bilang sengaja menyekolahkan Rifky di SDN 018 Kubang Jaya agar bisa bersosialisasi dengan murid umum lainnya. Dan kami mengapresiasi penuh pihak sekolah yang tidak membedakan anak berkebutuhan khusus dengan murid normal lainnya," ungkapnya. 

Ditambahkannya, orang tua Rifky turut berterima kasih atas izin yang diberikan pihak sekolah terhadap anaknya tersebut. 

"Saya bersyukur dia bisa bersekolah disini. Dia semakin percaya diri, apalagi teman-temannya yang umum serta gurunya memahami kondisi Rifky. Tidak pernah anak saya mengadu jika di olok-olok karena kondisinya berbeda," ucap orangtua Rifky sambil mengelus rambut anaknya.

Berita Lainnya

View All