Survei Terbaru, saat Prabowo Gandeng Ganjar, yang Lain End…

Survei Terbaru, saat Prabowo Gandeng Ganjar, yang Lain End…
Ganjar Pranowo (kiri) dan Prabowo Subianto

Riauaktual.com - Duet Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo sebagai capres-cawapres dipastikan membuat Pilpres 2024 mendatang hanya berlangsung satu putaran saja.

Itu sebagaimana hasil survei terbaru yang dirilis Indikator Publik Nasional (IPN), pada Rabu (27/4/2022).

Dalam suvei IPN itu dilakukan empat varian simulasi pasangan capres-cawapres dari sejumlah nama kandidat potensial.

Selain Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo, juga ada nama Anies Baswedan dan Puan Maharani.

Lalu Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Hasilnya, duet Prabowo-Ganjar sebagai capres-cawapres melibas duet lainnya dalam simulasi tersebut.

Bahkan, pasangan Prabowo-Ganjar menjadi duet yang paling banyak mendapat dukungan dari publik di atas 50 persen.

“Hasilnya, pasangan Prabowo-Ganjar elektabilitasnya berada di atas 50 persen,” ungkap Peneliti senior IPN, Ike Sihotang dalam rilis secara daring, pada Rabu (27/4/2022)

Ike Sitohang mengunkap, salah satu faktor kemenangan itu ada di tangan Gubernur Jawa Tengah tersebut.

“Ganjar paling dapat mendongkrak elektabilitas bagi Prabowo dibanding pasangan cawapres yang lain dan kemungkinan Pilpres akan berjalan satu putaran saja,” bebernya.

Dalam simulasi duet lainnya, Prabowo juga meraih kemenangan meski diduetkan dengan kandidat cawapres manapun.

Seperti ketika diduetkan dengan Anies Baswedan atau Puan Maharani sekalipun.

Akan tetapi, dukungan yang didapat itu menurun drastis alias masih di bawah 50 persen.

“Artinya, Pilpres 2024 akan berlangsung dua puturan jika merujuk pada dua simulasi tersebut,” terangnya.

Namun, jika Prabowo diduetkan dengan AHY, perolehan suaranya malah kalah dengan duet Ganjar Anies pada simulasi keempat.

“Sementara pada simulasi varian keempat bila pilpres dilaksanakan hari ini, maka Ganjar-Anies akan mampu mengalahkan Prabowo-AHY untuk kemudian memaksakan kompetisi pada putaran kedua,” jelasnya.

Untuk diketahui, survei IPN ini dilakukan dengan mengambil sampel sebanyak 1.200 responden dengan teknik pengambilan sampel multistage random sampling.

Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan responden dengan bantuan kuesioner.

Survei IPN itu memiliki margin of error kurang lebih 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

 

 

Sumber: Pojoksatu.id

Berita Lainnya

View All