DPRD Pekanbaru Kritik Soal Masih Tingginya Minyak Goreng di Pasaran

DPRD Pekanbaru Kritik Soal Masih Tingginya Minyak Goreng di Pasaran
DPRD Kota Pekanbaru  Hj. Arwinda Gusmalina

Riauaktual.com - Masyarakat Kota Pekanbaru masih kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng satu harga, terutama untuk ritel-ritel modern yang sejak akhir januari yang lalu sudah ditunjuk untuk menerapkan satu harga Rp 14.000 per liter disusul pasar-pasar tradisional.

Menyikapi stok minyak goreng murah yang sangat terbatas dan harga jual yang masih mahal dipasar-pasar tradisional, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru  Hj. Arwinda Gusmalina ST, meminta Pemerintah segera turun kelapangan dan melakukan pengawasan secara berkelanjutan.

" Yang pertama kita minta kepada masyarakat jika ada ditemukan penjualan minyak goreng di atas HET segera melapor kepada pemerintah untuk ditindaklanjuti," ungkap Arwinda.

Terbitnya Permendag nomor 6 Tahun 2022 yang mengatur tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng, perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dengan memantau stok dan mencegah kenaikan harga sepihak di pasar.

Menurut Arwinda, pengawasan juga sangat penting, untuk mencegah tindakan borongan dengan maksud menimbun dan dijual kembali dengan harga tinggi.

"Kami di komisi II terus mengingatkan agar pemerintah senantiasa melakukan pengawasan baik dipasar tradisional maupun modern. Kita berharapnya tidak aksi penimbunan, makanya pemerintah jangan mau kalah dengan oknum pengusaha nakal," ujarnya lagi.

Komisi II juga berencana akan memanggil pihak ritel-ritel modern yang saat ini dikeluhkan masyarakat karena kerap tidak kebagian minyak goreng satu harga. Langkah ini untuk memastikan apa yang menjadi penyebab minyak goreng kerap kosong diritel-ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.

"Kita sudah ada rencana untuk melakukan pemanggilan, cuman untuk saat ini kita belum bisa karena terbenturnya dengan beberapa agenda di komisi II," jelas Arwinda

Berita Lainnya

index