Pasar Tradisional Harusnya Menjadi Prioritas Minyak Goreng Rp14 ribu, Bukan Ritel Modern

Pasar Tradisional Harusnya Menjadi Prioritas Minyak Goreng Rp14 ribu, Bukan Ritel Modern
Minyak goreng subisidi harga Rp 14 ribu tidak tersisa di rak salah satu gerai Indomaret di Jalan Sudirman, Rabu (19/1/2021). Dok. Way/Riauaktual.com

Riauaktual.com - Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru H Fathullah SH MH menilai, pasar tradisional seharusnya menjadi prioritas pemerintah dalam menerapkan minyak goreng satu harga Rp14 ribu per liter. Bukannya, di toko-toko ritel modern.

"Kebijakan ini merupakan unsur ketidakadilan pemerintah. Seharusnya minyak Rp14 ribu per liter itu diterapkan ke pasar-pasar tradisional," kata Fathullah, Rabu (26/1/2022).

Fathullah meminta pemerintah agar dapat sesegera mungkin menerapkan minyak goreng murah tersebut ke seluruh pasar tradisional. Hal ini karena masyarakat menengah kebawah lebih membutuhkan bantuan subsidi.

Selain itu juga, konsumen yang berbelanja di pasar-pasar tradisional kebanyakan adalah masyarakat menengah kebawah.

"Seharusnya minyak goreng ini menyasar ke pasar supaya masyarakat menengah kebawah bisa mendapatkannya. Sedangkan, masyarakat yang ekonomi keatas itu juga seharusnya dia berbelanja di minimarket itu harganya masih tinggi (normal)," ujarnya.

Politisi Gerindra ini berharap pemerintah dapat mensubsidikan minyak goreng satu harga Rp14 ribu per liter ke seluruh pasar tradisional. Hal ini mengingat target konsumennya merupakan masyarakat menengah ke bawah.

"Ya, kita lihat saja di Indomaret atau Alfamart berjualan minyak itu hanya sampai 2 jam. Lebih dari 2 jam, udah tidak ada. Makanya, disini stok minyak itu harus lebih dibanyakkan biar masyarakat kebawah itu kebagian semua," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah telah mengumumkan harga minyak goreng satu harga Rp14 ribu per liter mulai Rabu 19 Januari 2022. Beberapa ritel di Kota Pekanbaru juga sudah menjual minyak goreng dengan harga khusus tersebut. 

Berita Lainnya

index