Usai Berhenti Merokok, Berapa Lama Waktu Hingga Jantung Kembali Pulih?

Usai Berhenti Merokok, Berapa Lama Waktu Hingga Jantung Kembali Pulih?
Ilustrasi berhenti merokok. Shutterstock/Piotr Marcinski

Riauaktual.com - Berhenti merokok sering dilakukan atas sejumlah alasan termasuk karena kesehatan. Berhenti merokok bisa memberikan keuntungan dan manfaat bagi kesehatan jantung dan paru-paru.

Kondisi jantung dan paru-paru yang kamu miliki bisa meningkat usai berhenti merokok. Namun berapa lama sesungguhnya kondisi jantung bakal kembali usai kembali merokok ini?

Ketika kamu berhenti merokok, kondisi jantungmu bakal kembali seperti sebelumnya. Namun untuk membuatnya pulih sepenuhnya, membutuhkan waktu setidaknya 15 tahun.

"Manfaat berhenti merokok tidak dapat diremehkan, sistem kardiovaskular bakal pulih secepatnya, dengan perubahan psikologis, hal ini dapat terjadi dalam hitungan jam," terang peneliti Meredith Duncan dari divisi kesehatan kardiovaskular dari Vanderbilt University Medical Center di Nashville, Tennessee dilansir dari Health24.

Walau kondisi jantung bisa membaik dalam hitungan beberapa jam, namun perlu waktu untuk bagian ini pulih sepenuhnya. Dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk kembali pulih.

Risiko Menurun 10-15 Tahun Setelah Berhenti Merokok

Duncan dan tim penelitinya menemukan bahwa lima tahun usai berhenti merokok, risiko penyakit jantung menurun secara signifikan dibanding mereka yang terus merokok. Namun untuk membuat jantung benar-benar kembali kondisinya seperti orang yang tak pernah merokok, dibutuhkan waktu sekitar 10 hingga 15 tahun.

"Untuk kembali pulih, mungkin membutuhkan beberapa tahun. Oleh karena itu, penting bagi perokok untuk segera berhenti dan berkonsultasi ke dokter agar hal ini lancar dalam jangka panjang dan mendiskusikan langkah lainnya," terang Duncan.

Dalam penelitian ini, tim yang dipimpin Duncan mempelajari data dari sekitar 8.800 pria dan wanita. Di antara partisipan, sekitar 2.400 orang merupakan perokok berat yang mengonsumsi setidaknya satu pak rokok selama 20 tahun.

Usai mengumpulkan data selama 26 tahun, lebih dari 2.400 partisipan mengalami serangan jantung, strok, gagal jantung, atau kematian karena penyakit jantung. Di antara mereka yang meninggal, sekitar 1.100 merupakan perokok berat.

Bisa Tingkatkan Kesehatan Jantung

Dr. Gregg Fonarow, direktur dari Ahmanson-UCLA Cardiomyopathy Center, Los Angeles, menyebut bahwa setiap penelitian terhadap mantan perokok ini menemukan bahwa risiko masalah jantung menurun dibanding yang tetap merokok.

"Dari sudut pandang risiko kardiovaskular, tidak pernah terlambat untuk berhenti merokok," terangnya.

Fonarow menyebut bahwa merokok merupakan penyebab tertinggi serangan jantung, stroke, gagal jantung, penyakit vaskular periferal, dan kematian prematur.

"Berhenti (merokok) secara signifikan bisa menurunkan risikonya," jelasnya. 

 

 

 

Sumber: Merdeka.com

Berita Lainnya

View All