Belum Ada Kendaraan Buat Nyapres, Politisi Gerindra Yakin Anies Maju Nyagub Lagi

Belum Ada Kendaraan Buat Nyapres, Politisi Gerindra Yakin Anies Maju Nyagub Lagi
Politikus Partai Gerindra Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Taufik. (Foto: Istimewa)

Riauaktual.com - Politikus Partai Gerindra Provinsi DKI Jakarta, Muhammad Taufik meyakini, Anies Baswedan kembali maju DKI-1 atau calon Gubernur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2024. Hal itu karena orang nomor satu di Ibu Kota ini belum punya kendaraan politik untuk maju sebagai Calon Presiden (Capres) 2024.

“Kalau mau maju sebagai Capres kan harus punya kendaraan politik dulu. Nah, Pak Anies sampai sekarang belum punya kendaraan politik,” kata Taufik, kemarin sebagaimana dikutip dari Rm.id.

Menurut Wakil Ketua DPRD DKI ini, kalau untuk maju menjadi Calon Gubernur (Cagub) DKI 2024, Anies tak perlu kendaraan politik. Anies bisa maju melalui calon independen. “Kalau di Pilpres belum ada aturan calon independen. Tapi kalau di Pilkada, calon independen ada aturannya sehingga diperbolehkan,” ujarnya.

Karena calon independen tidak diperbolehkan di Pilpres, Taufik pun meminta, para pimpinan atau ketua partai politik (parpol) tidak usah khawatir dan takut dengan kabar Anies bakal maju di ajang Pilpres.

“Kalau pun Anies beneran maju jadi capres, para pimpinan atau ketua parpol yang akan ikut kontestasi Pilpres tidak usah takut dengan Anies. Sebab hitungan politiknya, kalau ketua parpol maju capres itu lebih berpeluang ketimbang Anies. Sebab Anies harus mencari kendaraan politik lebih dahulu,” jelasnya.

Taufik juga pernah mengatakan, kalau dirinya punya harapan, figur nantinya jadi Gubernur DKI 2024 haruslah dari kalangan muda. “Memang harus dari kalangan muda untuk Gubernur DKI ke depan,” harap Taufik saat berbincang-bicang dengan wartawan di Pendopo Garuda, Pondok Ranggon, Jakarta Timur, Jumat (31/12).

Mantan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta ini pun beralasan, hal itu tidak lain karena seorang pemimpin harus punya pandangan jauh ke depan, punya semangat tinggi dan energik.

Sebelumnya, Lembaga survei Jakarta Research Center (JRC) mengklaim, pada pertengahan Desember 2021, tingkat keterpilihan alias elektabilitas Tri Rismaharini alias Risma mengungguli Anies Baswedan dan Ahmad Riza Patria (Ariza) di bursa bursa calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta 2024. Hal ini seirama dengan tingkat keterpilihan PDIP di Ibu Kota.

Direktur Komunikasi JRC Alfian P mengatakan, dalam survei yang digelar 10-15 Desember kepada 800 responden mewakili seluruh DKI, elektabilitas Risma menduduki posisi pertama dengan 36,3 persen.

Sementara Anies berada di posisi kedua dengan elektabilitas 25,5 persen disusul Wagub DKI Ahmad Riza Patria 14,0 persen. “Risma unggul dalam bursa cagub DKI, sedangkan Ahmad Riza Patria semakin mengejar Anies,” ujarnya.

Sejumlah nama lainnya, juga muncul dalam survei seperti Sandiaga Uno (5,0 persen) dan Agus Harimurti Yudhoyono (4,4 persen), Wali Kota Bogor Bima Arya (2,5 persen), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (2,3 persen), dan Ketua DPD Golkar DKI Ahmed Zaki Iskandar (1,5 persen).

Kemudian Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka (1,6 persen), politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas (1,0 persen), serta anggota DPR dari Nasdem Ahmad Sahroni (0,3 persen).

Selama ini, lanjut Alfian, Anies didorong untuk bersaing pada Pilpres 2024. Tapi, elektabilitas Anies sebetulnya mengalami penurunan bahkan di bursa Pilkada DKI 2024. “Di Jakarta yang menjadi daerahnya sendiri, elektabilitas Anies justru merosot,” ujarnya.

Dikatakan, masa jabatan Anies akan berakhir tahun depan, sedangkan Pilkada DKI baru akan digelar 2024, sehingga Anies harus melalui jeda selama 1-2 tahun untuk maju pada periode dua Pilkada atau Pilpres. 

Berita Lainnya

View All