Agar Tak Mogok, DPRD Sarankan Gaji Sopir Bus TMP Gunakan Dana Taktis

Agar Tak Mogok, DPRD Sarankan Gaji Sopir Bus TMP Gunakan Dana Taktis
Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Fathullah

Riauaktual.com - Aksi mogok kerja kembali dilakukan oleh para supir Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) atau biasa disebut Busway, aksi ini sudah berlangsung beberapa pekan terakhir.

Akibatnya, mobilitas warga yang biasa bepergian menggunakan jasa layanan dari perusahaan daerah itu terganggu. Aksi mogok kerja itu membuat pengguna jasa pengangkutan kecewa.

Dikabarkan, aksi itu dipicu lantaran sopir bus yang dikelola oleh PT Transportasi Pekanbaru Madani (TPM) itu beberapa bulan belakangan belum menerima gaji.

Menanggapi itu Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru Fathullah menegaskan agar perusahaan harus segera membayarkan gaji para anak buahnya.

"Hampir tiga bulan, perusahaan harus mengusahakan bagaimana gaji sopir ini terbayar, jangan mengharapkan dari Pemko," kata Fathullah.

Politisi Gerindra ini menyarankan agar perusahaan memakai dana taktis milik perusahaan untuk membayar gaji para sopir dengan catatan dana itu nantinya diganti kembali.

"Kalau (dana taktis) dipakai untuk sementara tidak ada masalah, tidak ada hubungan dengan pihak hukum, nantikan kita bayar lagi," kata Fathullah.

Mendengar kabar itu Fathullah merasa iba, dimana para supir mengandalkan uang gaji untuk menghidupi keluarga. Fathullah menekankan agar Direktur Utama (Dirut) PT TPM Azmi untuk segera bertindak agar permasalahan selesai.

Menurutnya, selaku Dirut sudah sewajarnya berjuang demi anak buah. Jika tidak juga bertindak, Fathullah menyarankan Dirut PT TPM Azmi mundur dari jabatannya.

"Kalau Dirut tidak sanggup silahkan 'tarok' jabatannya, ini tugasnya Dirut. Apabila tidak sanggup mencari uang sebanyak itu, silahlan mundur saja. Kasian, sopir yang mengharapkan gaji," pungkasnya.

Berita Lainnya

index