Mengajar Dan Kesenangan

Mengajar Dan Kesenangan
Abdul Jamil Al Rasyid

Riauaktual.com - Mengajar adalah suatu hal yang yang diberikan kepada orang lain agar bermanfaat bagi orang tersebut dan bisa merubah diri seseorang. Mengajar juga memiliki dampak yang negatif bagi yang kita ajar dan juga dampak yang positif bagi orang yang diajar. 

Mengajar tentu tidak lepas dari seorang guru karena orang yang mengajar disebut guru sedangkan orang yang diajar disebut siswa. Tentu semua orang telah mengetahui tentang hal ini karena orang yang mengajar tentu sesuai dengan cara masing-masing. 
      
Kesenangan adalah suatu hal yang dirasakan seseorang atau gembira dari seseorang. Kesenangan tentu memiliki beragam ekspresi biasanya dengan tersenyum, ceria dan lainnya. Ketika kita senang melakukan suatu hal maka hal tersebut tentu bisa membuat kita ceria. Apabila kita senang maka kita bisa menikmati sesuatu dengan lebih serius. Puas dengan yang kita miliki, suka terhadap pekerjaan kita. Maka semua diatas masuk kedalam kesenangan. 
         
Tentu mengajar juga berhubungan dengan kesenangan karena orang yang suka mengajar, maka orang yang diajar tentu juga ikut senang dengan gurunya. Kita tentu dituntut untuk senang terhadap mengajar seseorang. Maka ketika kita mengajar itu adalah sebuah hobi, tidak mungkin juga kita akan malas dalam mengajar. Orang yang positif dalam mengajar tentu tidak sembarang mengajar saja. Ketika hal tersebut sudah bisa diterapkan, maka kita satu langkah lebih baik daripada teman kita yang mengajar tapi bermalas-malasan.
           
Ada juga hal yang paling sulit dilakukan di dunia, yaitu membuat manusia menjadi manusia. Maksudnya orang itu bukan binatang tapi manusia yang butuh pelajaran serta pengalaman yang lebih. Ketika kita sebagai guru bagi seseorang tentu kita harus mempunyai ilmu yang lebih dari orang lain. Makanya kita sebagai guru dituntut lebih baik lagi dalam mengajarkan suatu hal kepada orang lain. Orang yang lebih memiliki ilmu serta pengalaman maka bisa saja dia menjadi seorang guru yang baik terhadap muridnya.
            
Tentu manusia butuh ilmu serta pelajaran yang baik untuk mengarungi kehidupan. Karena setiap orang yang pintar dan sukses tentu ada guru yang hebat juga di belakangnya. Kita harus bersemangat agar orang yang kita ajar juga bersemangat. Ketika kita loyo maka hal ini bisa saja membuat orang yang kita ajar juga loyo. Itulah mengapa ketika kita berusaha untuk memanusiakan manusia dengan pengalaman kita itu sulit. Karena penuh dengan tantangan serta rintangan.
            
Tantangan itu harus kita lalui dan kita senangi dalam proses suatu hal yanh berkaitan dengan mengajar. Jangan pernah kita mengeluh ketika kita mengajar karena suatu saat orang yang sukses ketika kita ajar maka bisa jadi kita dia ingat selamanya. Ketika dia sukses kelak, maka kita juga ikut senang dengan kesuksesan dia. Jangan pernah kita dalam mengajar hanya untuk mengharap imbalan saja, bisa saja menimbulkan kehilangan keberkahan yang diberikan tuhan kita.
           
Ketika kita mengajar dengan tulus dari hati, ikhlas dari hati. Tuhan tidak menyia-nyiakqn kita. Ketika itu juga tuhan bisa saja memberikan rezeki kepada kita agar kita selalu bisa mengajar dengan baik. Perbaiki niat kita dalam mengajar, hindari rasa malas karena orang yang mengajar itu bisa dikenang oleh semua orang yang diantaranya. Sedikit kita memberikan cerita tentang pengalaman kita misalnya. Membuat orang tersebut berpikir serta termotivasi maka itu adalah sebuah ilmu yang bermanfaat bagi orang lain.
          
Untuk itu ketika kita senang terhadap mengajar, pertahankan itu. Sebaliknya ketika kita belum biasa dalam mengajar itu, masih bisa saja. Maka carilah metode yang kita senangi dalam mengajar. Tujuan mengajar itu sama tapi yang berbeda tentu cara mengajar seseorang. Ketika metode orang lain itu menurut kita salah. Sebenarnya itu bukanlah suatu kesalahan, melainkan setiap orang itu mempunyai cara dan jalan pikiran masing-masing, maka nikmatilah selagi kita masih mengajar dan senangilah mengajar tersebut agar menjadi hobi.

 

 

Penulis: Abdul Jamil Al Rasyid Mahasiswa Sastra Minangkabau FIB Unand angkatan 2019 berdomisili di Padang Pariaman Sumatera Barat Santri Pondok Pesantren Madinatul Ilmi Nurul Ikhlas  Patamuan Tandikek

Berita Lainnya

View All