DPRD Pekanbaru Harapkan Waktu Belajar Dimaksimalkan Kembali

DPRD Pekanbaru Harapkan Waktu Belajar Dimaksimalkan Kembali
Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru Yasser Hamidy

Riauaktual.com - Kota Pekanbaru saat ini masih memberlakukan Pemberlakuan Pembatasam Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Aktifitas diperbolehkan dengan catatan pengawasan Protokol Kesehatan (Prokes) diperketat.

Dimasa penerapan PPKM Level 2 ini semua aktifitas dibuka kembali, seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, tempat hiburan, destinasi wisata, kegiatan pesta pernikahan.

Namun, dunia pendidikan masih belum dilaksanakan maksimal, hanya diperbolehkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas dengan waktu belajar hanya 3 jam dengan jumlah kelas yang dibatasi.

Hal ini tidak sangat berimbang dengan diperbolehkannya aktifitas lain. Dunia pendidikan dibatasi sementara aktifitas pusat perbelanjaan dimaksimalkan beserta aktifitas lainnya.

Pengunjung pusat perbelanjaan hanya dengan syarat bukti vaksin dan memakai masker, dan ini tidak ada bedanya dengan siswa yang sudah divaksin. Pusat perbelanjaan beroperasi hingga malam sedangkan pendidikan dari pagi hingga siang saja.

Sejauh ini, alasan dengan adanya pembatasan waktu belajar ini hanya khawatir aktifitas siswa tidak terpantau oleh penyelenggara pendidikan, khawatir akan terjadi penularan virus.

Kenyataannya saat ini, berakhirnya waktu belajar siswa tidak langsung kembali kerumah, masih terlihat aktiftas siswa nongkrong di warung, warnet atau caffe.

Dengan begitu sama saja bohong, ada baiknya dunia pendidikan dimaksimal seperti dulu kala. Lebih bermanfaat waktu siswa untuk belajar daripada sepulang sekolah mereka huru-hara.

Lagipun semenjak diberlakukan PTM Terbatas, Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru belum menemukan kasus penyebaran, hanya ada satu orang guru yang terpapar dan itu didapat dari perjalanan dia sebelumnya, bukan dari sekolah.

Kenyataan ini pun diutarakan juga oleh Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pekanbaru Yasser Hamidy, menurutnya ada baiknya dunia pendidikan dimaksimalkan kembali.

"Sekali lagi (belajar) memang penting, ini juga untuk mutu anak bangsa, apalagi mereka (siswa) masa depan bangsa," kata Yasser Hamidy, Rabu (17/11).

Tidak ada alasan lagi untuk tidak memaksimalkan waktu pembelajaran, harus dimaksimal dan sebanding dengan diperbolehkannya aktifitas lainnya.

"Kementrian Pendidikan (harus) memprioritaskan dunia pendidikan, bisa terlaksana seperti dulu kala sebelum pandemi," harapnya.

Apa yang diutarakannya itu juga sama dengan permintaan dari para orang tua siswa yang mengadu kepadanya. "Banyak menerima masukan tak bosan orang tua siswa menyampaikan kepada kami bahwa agar proses tatap muka dibuka tidak lagi dengan presentasi jumalh sosiswa masuk, totalitas gitu," katanya mengakhiri.

Berita Lainnya

index