Mahasiswa Kukerta Desa Kualu Lakukan Sosialisasi Pembuatan Bunga Stickart dari Olahan Lidi Kelapa Sawit

Mahasiswa Kukerta Desa Kualu Lakukan Sosialisasi Pembuatan Bunga Stickart dari Olahan Lidi Kelapa Sawit

Riauaktual.com - Mahasiswa tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Riau Dusun Tanjung Kudu Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kampar yang dibimbing oleh Ibu Rismadefi Woferst  selaku DPL  (Dosen Pembimbing Lapangan) mampu menghasilkan produk terbaru dari olahan lidi kelapa sawit. Adapun produk yang dihasilkan tersebut dinamakan Bunga Stickart. 

"Filosofi nama Bunga Stickart itu berasal dari gabungan kata Stick dan Art, dimana Stick yang berarti lidi dan Art yang berarti seni. Sehinggga filosofi nama bunganya itu Seni Lidi," kata Witri selaku anggota tim Kukerta. 

Produk Bunga Stickart yang dihasilkan merupakan bentuk inovasi terbaru dari tim Kukerta yang dilatarbelakangi oleh Desa Kualu yang merupakan salah satu wilayah penghasil Kelapa Sawit di Kecamatan Tambang, Kampar. 

Sehingga adanya potensi yang dimiliki wilayah tersebut mendorong anggota tim untuk memanfaatkan potensi desa dengan memanfaatkan bagian tanaman kelapa sawit yang tidak digunakan menjadi produk terbaru. 

Adapun bagian tanaman yang tim temukan di wilayah Kukerta yang tidak digunakan adalah pelepah sawit. Sehingga muncul inisiatif tim Kukerta untuk mengambil lidi dari bagian pelepah kelapa sawit untuk dijadikan produk kerajinan tangan.

Inovasi yang dihasilkan oleh tim Kukerta bukan hanya semata-mata untuk menghasilkan produk terbaru saja yang nantinya dapat dijadikan sebagai hiasan yang bernilai estetika, tetapi juga sebagai bentuk upaya pemberdayaan masyarakat Dusun Tanjung Kudu Desa Kualu agar mampu menghasilkan produk dari wilayah sendiri yang dapat menghasilkan nilai tambah dari produk Kelapa Sawit yang berupa seni kerajinan tangan.

Pemberdayaan masyarakat tersebut dilakukan melalui sosialisasi pembuatan Bunga Stickart kepada ibu-ibu dusun yang dilakukan di Posko Kukerta Dusun Tanjung Kudu Desa Kualu, Kecamatan Tambang, Kampar (12/08/2021) lalu. 

Adapun produk Bunga Stickart tidak membutuhkan bahan dan modal yang besar, karena bahan dan alat yang digunakan hanya sedikit seperti cat pernis, lem kayu, pewarna, cutter, serta kuas. 

"Jika produknya dijual dan laku bisa menambah pendapatan masyarakat," kata Witri lagi.

Kegiatan sosialisasi juga menerapkan protokol kesehatan, dimana tim Kukerta dan masyarakat menggunakan masker yang telah dibagikan tim Kukerta dalam sosialisasi tersebut sebagai bentuk kepedulian tim terhadap wabah COVID-19 agar tidak semakin menyebar.

Produk Bunga Stickart yang sudah jadi tersebut  diberikan tim Kukerta untuk Kantor Desa Kualu sebagai tambahan hiasan ruangan kantor desa serta dapat dilihat dan  dikenalkan kepada masyarakat lainnya di Desa Kualu yang nantinya ketika mengunjungi kantor desa.


 

Penulis : Tim Kukerta UNRI
 

Berita Lainnya

View All