Pencarian

Podcast Kelupas

Hati-hati, Bayar Tinggal Scan Bisa Bikin Dompet Bocor Halus

Rabu, 28 Januari 2026 • 21:00:59 WIB
Hati-hati, Bayar Tinggal Scan Bisa Bikin Dompet Bocor Halus
Mardiono, Mahasiswa Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Lancang Kuning.

OPINI (RA) - Wajah Kota Dumai kini jauh berubah. Dari Jalan Sudirman, Jalan Ombak hingga Taman Bukit Gelanggang, sudut kota tak lagi kaku dengan citra industri, melainkan hidup sebagai surga kuliner dan jajanan.

Di setiap meja kasir UMKM hingga kafe kekinian, kini tersedia kode QRIS. Saat ini dompet tertinggal bukan lagi masalah, asalkan ada handphone cukup pindai kode, transaksi beres tanpa repot mencari uang pas atau menyimpan kembalian receh.

Namun, kenyamanan ini menyimpan 'jebakan halus.' Secara psikologis, kita perlahan kehilangan rasa sensitif saat mengeluarkan uang. Karena tidak menyentuh fisik uangnya, aktivitas jajan atau belanja terasa begitu mudah.

Padahal, saldo rekening bisa 'surut' tiba-tiba, persis fenomena pasang keling  yang sering merendam jalanan Dumai, diam-diam naik, tahu-tahu sudah setinggi mata kaki.

Dalam ekonomi perilaku, ada istilah The Pain of Paying - rasa "sayang" yang muncul saat kita melepaskan uang fisik. Bayangkan saat Anda harus membelanjakan selembar uang merah Rp100.000 demi segelas bandrek.

Ada rasa "sayang" yang muncul saat melihat lembaran itu berpindah tangan. Rasa berat itulah yang sebenarnya berfungsi sebagai rem alami agar otak kita berpikir ulang.

Namun, QRIS mencabut rem tersebut. Transaksi digital membuat pengeluaran terasa tak terlihat, sehingga sinyal waspada di otak tidak menyala saat saldo berkurang.

Seringkali kita terjebak menganggap saldo e-wallet sebagai "uang mainan", bukan bagian dari tabungan serius. Padahal, pengeluaran kecil yang "tak terasa" inilah yang lama-lama menjadi banyak.

Kita tidak perlu anti teknologi, karena memang kemudahan digital ini adalah tanda kemajuan ekonomi Kota Dumai dan harus didukung demi kerapian pembukuan UMKM kita.

Meski begitu, kita perlu membangun rem darurat di dalam pikiran kita sendiri. Solusinya bukan dengan menghapus aplikasi, melainkan mengembalikan kesadaran kita dalam bertransaksi.

Cobalah kita berhenti sejenak sebelum memindai QRIS dan tanyakan kembali: "Jika harus membayar tunai, apakah aku tetap akan membelinya?."

Dumai boleh semakin modern dan industri kian maju, namun jangan sampai kemudahan "tinggal scan" membuat kita kehilangan kendali finansial. Mari nikmati Kuliner dan jajanan Kota Idaman ini dengan bijak, agar kenyamanan di awal tak berubah menjadi penyesalan di tanggal tua.

Penulis: Mardiono
Mahasiswa Magister Manajemen
Pascasarjana Universitas Lancang Kuning

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks