Berbagai Catatan Ir Nofrizal Usai Gelaran Reses Masa ke III

Senin, 29 Juni 2020 - 22:20:13 WIB Di Baca : 279 Kali

Riauaktual.com - Wakil Ketua DPRD kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM menggelar reses terakhir masa sidang ke III tahun 2020, di Jalan Kinibalu, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh, Pekanbaru, Senin (29/6/2020).

Ada beberapa keluhan yang di catat ketua DPD PAN Pekanbaru ini selama turun kelapangan sejak dimulainya reses pada 24 Juni 2020 lalu. 

Mulai dari persoalan penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Persoalan BPJS, persoalan UMKM hingga persoalan Bansos bagi masyarakat terdampak Covid-19.

"Berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat saat kita reses dibeberapa titik, namun paling dominan itu persoalan PPDB, dimana banyak masyarakat yang mengeluh dengan sistem zonasi pada PPDB yang saat ini sedang berlangsung," kata Nofrizal saat ditemui seusai reses.

Persoalan PPDB ini menurut mantan Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru tersebut menjadi persoalan yang mayoritas dikeluhkan masyarakat, tidak hanya di Kelurahan Sekip, masyarakat di Jalan Tiung, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi dan di beberapa titik lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. 

"Tentunya kita berharap sistem zonasi ini benar-benar tepat sasaran. Jangan zonasi ini dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu untuk bermain, kita tidak mau penerbitan surat domisi untuk kepentingan untuk ppdb seperti yang terjadi beberapa waktu lalu terulang lagi. Saya minta segera ditindak. Karena kalau tidak ditindak, penerimaan SMP yang akan segera berlangsung akan bermasalah juga," kata Nofrizal.

Sementara persoalan lain yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat yakni persoalan BPJS. Dimana menurut Nofrizal,  ditengah kondisi wabah virus corona atau Covid-19 ini sangat berdampak kepada ekonomi masyarakat, sehingga banyak masyarakat atau peserta BPJS yang nunggak dalam membayar iuran setiap bulannya.

"Tingkat ekonomi masyarakat turun karena covid, dan masyarakat banyak yang ngeluh nunggang dan tidak bisa bayar," sebat Nofrizal lagi.

Sementara persolan lain yakni, terkait harapan masyarakat agar diberikan pelatihan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Pekanbaru. 

"Di sukajadi kemaren masyarakat meminta bagaimana pemerintah bisa meningkatkan atau mendongkrak UMKM di Pekanbaru. Pada kesempatan itu saya sampaikan, bahwasanya untuk meningkatkan UMKM tidak hanya melalui berbagai pelatihan sehingga menghasilkan prodak yang bernilai jual tinggi, tapi bagaimana cara memasarkan prodak yang dijual, manfaatkan hasil UMKM secara online, karena pola beli masyarakat sudah berubah. Edukasi semacam ini akan terus kita berikan kepada masyarakat," tandas Nofrizal. (Pur)





Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com