Tak Dilibatkan Dalam Pendataan Bantuan Covid-19, Dua Ketua RT dan RW Mundur Dari Jabatan

Tak Dilibatkan Dalam Pendataan Bantuan Covid-19, Dua Ketua RT dan RW Mundur Dari Jabatan
Dua RT dan Satu RW di Desa Tanjung Sum Mundur dari Jabatan

Riauaktual.com - Secara serentak dua ketua RT dan satu RW mendadak mengundurkan diri di Desa Tanjung Sum, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau.

Dua ketua RT yang diri dari RT.07 RW.04 dan RT.05 RW.02 serta RW.03 tersebut menyerahkan stempel sebagai ketua RT dan ketua RW kekantor Desa Tanjung Sum. 

Pengunduran diri serentak itu bagian dari protes kepada Pemerintah Desa Tanjung Sum yang tidak melibatkan mereka dalam pendataan pemberian bantuan Covid-19 atau virus Corona.

"Kita kecewa pak, untuk apa jadi RT kalau kita tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan oleh pemerintah desa terkait bantuan Covid-19. Kita merasa bertanggung jawab mengakomodir kepentingan masyarakat, terlebih masyarakat yang betul-betul layak diberikan bantuan," ujar Azril yang telah mengundurkan diri dari Ketua RT.07 RW.04 Desa Tanjung Sum, Sabut (20/6/2020).

Lanjut Azri, dengan keputusan pemerintah desa tanpa melibatkan RT, tentunya RT yang menjadi sasaran kekecewaan warga atas kebijakan pemerintah. 

"Tidak ada gunanya jadi RT Pak. Aspirasi kita tidak didengar. Jadi lebih baik kita mundur," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Tanjung Sum, Said Yaumal Fauzi mengatakan belum mengetahui sampai saat ini penyebab RT tersebut mengundurkan diri karena surat tertulis belum sampai di mejanya.

Ia juga membantah isu yang beredar bahwa RT dan RW tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan bantuan Covid-19. Padahal pemerintah desa sudah membentuk tim yang terdiri dari Sekretaris Desa, BPD, Kepala Dusun dan lainya, bahkan para ketua RT dan RW diundang oleh tim.

"Kita mengundang ketua RT dan RW sesuai mekanisme, semua proses mulai dari rapat hingga penyerahan kita tetap terbuka. Namun untuk penerima ganda tidak boleh menerima lagi karena hanya menerima satu bantuan saja misalnya sudah menerima PKH tidak boleh lagi menerima BLT Pak," terang Kades Tanjung Sum ketika dihubungi lewat seluler.

Dirinya berharap, dimasa Covid-19 atau virus Corona ini seharusnya bisa bersama-sama kompak memutus mata rantai virus tersebut. "Kalaupun terjadi kesalahan komunikasi lebih baik duduk bersama dan selesaikan dengan pikiran jernih, terlebih kita harus membangun kampung lebih baik," sebutnya. (rik)

Berita Lainnya

index