Mobil Wuling Terbakar: Pemilik Protes Tuntut Ganti Rugi

Sabtu,15 Februari 2020 - 14:25:43 WIB Di Baca : 1139 Kali

Riauaktual.com - Kasus terbakarnya mobil berjenis minibus merek Wuling milik salah satu warga Kota Semarang bakal berlanjut.

Pemilik kendaraan dengan nomor polisi H 8541, Enggarwati Janurita, menuntut perusahaan memberikan ganti rugi, karena armada yang baru beberapa bulan dibeli dari sebuah dealer di Semarang tersebut mengalami kebakaran di Cirebon.

Sebenarnya Enggar, panggilan akrab Enggarwati Janurita, sudah berusaha menempuh jalan musyawarah. Namun ia merasa dipermainkan pihak Wuling yang tidak kooperatif setiap dikonfirmasi untuk menyelesaikan masalahnya.

Loading...

Enggar pun bercerita kronologis kejadian sampai akhirnya api memakan habis mobil yang rencananya akan digunakan sebagai armada penunjang usahanya.

Awalnya pada 11 Oktober 2019 kendaraan tersebut dipakai perdana kegiatan operasional ke Jakarta oleh pemilik.

Selama pemakaian di Jakarta, AC mobil tidak berfungsi dengan baik, udara AC yang dihasilkan panas dan kadang dingin sendiri.

Merasakan ada yang aneh pada kendaraan yang baru dibelinya itu, ia langsung komplain kepada sales Wuling Yudha Pratama dan supervisor Wuling Dita Kurniawan.

“Kami sempat minta diganti unit baru karena mobil baru beli kok sudah rusak AC,” katanya.

Namun Dita dan Yuda menyarankan mobil diservis masuk ke bengkel Wuling terdekat dengan membawa buku service. Kebetulan posisinya saat itu di Jakarta dan tidak membawa buku servis.

“Jadinya selama di Jakarta kami pakai mobil dalam kondisi AC tidak berfungsi alias panas, sampai pulang ke Semarang baru bisa diservis pada tanggal 18 Oktober 2019 di bengkel resmi Wuling yang beralamat di Jalan Setiabudi nomor 281 dan diterima di bagian SA oleh petugas bengkel, Paryono,” ujarnya.

Enggarwati kemudian mendapat informasi dari pihak bengkel Wuling di Semarang kalau ada kerusakan yakni pada sensor AC mengalami masalah.

Setelah diperbaiki AC mobil bisa berfungsi kembali, lalu mobil dipakai operasional di wilayah Cirebon dengan menyertakan buku service ke dalam dashboard untuk berjaga-jaga jika problem yang sama kembali terulang.

Pada 7 Desember 2019 mobil dibawa oleh salah seorang karyawan Enggar, Luwi Martakus, untuk dilakukan perawatan berkala di bengkel resmi Wuling yang beralamat di Jalan Raya Plumbon Palimanan 9, Cirebon Jawa Barat.

Namun pada akhir Desember 2019 mobil kembali mengalami gangguan AC. Karena sibuk dengan kegiatan usaha tutup tahun, Enggar tidak sempat membawa kendaraan ke bengkel.

Pada tanggal 8 Januari 2020 mobil dipakai oleh sopir Enggar bernama Handoko sekitar pukul 20:30 WIB.

Mobil tersebut diambil dari rumah Luwi Martakus di Perum Taman Kalijaga Cirebon untuk menjemput Rachel, anak Handoko yang pulang kerja di PNM Lemah Wungkuk 2 Jalan Mayor Sastraatmaja RT 3 RW 5 Desa Kesepuhan, Cirebon.

Cuaca pada waktu itu hujan dan jalanan sepi. Setelah Rachel masuk ke mobil dan kaca depan mengembun menghalangi pandangan, Handoko menyuruh Rachel menyeka kaca berkali-kali karena hujan cukup lebat.

Kaca pintu mobil ditutup rapat dan udara AC yang keluar terasa panas lalu Handaka menyuruh Rachel untuk membesarkan volume AC agar embun di kaca berkurang, tapi yang keluar angin dan bau aneh.

Tak lama setelah menghirup bau tersebut Rachel mengeluh kepala pusing dan ngantuk lalu tak sadarkan diri.

Setelah itu Handoko juga ikut tak sadarkan diri dan mobil melaju tanpa kendali sehingga terjadi kecelakaan keluar api lalu mobil terbakar habis.

Menurut keterangan saksi, Abdul Ghofur yang menolong dan mengevakuasi korban Handoko bersama Rachel, saksi mendengar suara ledakan lalu berlari melihat ke jalan dan menjumpai mobil putih seperti parkir di pinggir jalan dengan kobaran api di depan area kap mobil.

Menyadari kalau mobil bisa meledak maka dengan sigap ia menolong mengeluarkan korban.

Sementara itu, Kepala Cabang Wuling Srondol, Viona ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa kasus tersebut wewenangnya berada di kantor pusat.

Ia pun memberikan kontak karyawan pusat bernama Ubay jika ingin mengklarifikasi kasus itu.

Tetapi ketika dikonfirmasi, Ubay menolak memberikan keterangan dengan alasan ingin berkoordinasi dulu dengan bagian terkait.

Pemilik mobil, Enggar, pada Rabu (12/2) dipanggil Bagian Lantas Polres Cirebon untuk dimintai konfirmasi dan dipertemukan dengan pihak Wuling. Namun sejauh ini juga belum ada titik temu.

 

 

 

Sumber: pojoksatu.id




Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com