Detik-detik Mahasiswi UIN Dibunuh Pacar Secara Sadis

Ahad, 15 Desember 2019 - 11:38:04 WIB Di Baca : 1126 Kali


Riauaktual.com - Jumat, 13 Desember 2019. Sekira pukul 15.00 Wita. Miftahul sudah ditunggu teman-temannya di Tabox, tempat nongkrong anak muda di Antang.

Tugasnya menumpuk. Sehingga pria kurus berkulit putih itu harus mencari bantuan. Agar tugasnya selesai.

Di dalam kamar sebelah ada Asma. Mahasiswa semester 7 UIN Alauddin itu sementara baring. Dia menunggu kekasihnya datang. 

Sepupu laki-lakinya itu tidak pamit ke Asma kalau dia akan keluar. Dia lalu menyalakan motornya. Dan segera menuju Tabox. Soalnya teman-temannya sudah menunggunya.

Kekasih Asma, Ridhoyatul Khaer ternyata menunggu Miftahul keluar. Sehingga dia bisa bebas masuk rumah. Bertemu kekasihnya yang berkulit putih itu.

Ada masalah antara Ridhoyatul Khaer (21) dengan Asma, yang harus mereka selesaikan. Ridhoyatul tiba. Dia memarkir motornya. Lalu langsung masuk ke dalam rumah.

Asma, sudah menunggu. Dia memanggil kekasihnya itu masuk ke dalam kamarnya. Di dalam kamar, sebuah percakapan serius antar Asma dengan Ridhoyatul.

Nada suara meninggi, Ridhoyatul sudah terbalut emosi, setelah cekcok antara keduanya. Asma ingin menelpon ayahnya. Namun dihalangi oleh kekasihnya yang berkulit coklat itu.

Mahasiswa aktif di UIN Alauddin itu sudah kehilangan kendali. Dia melihat Asma sebagai musuh, yang wajib dihabisi saat itu juga. Ridhoyatul mulai mendorong Asma hingga jatuh ke atas kasur. 

Sebuah bantal diambilnya. Segera ditutupkan ke wajah Asma.

Korban memberontak. Kekuatannya tidak mampu melawan kekasihnya, yang berubah menjadi pembunuh dalam sekian detik. 

Di dalam kamar itu, Ridhoyatul menutup bantal muka Asma 15 menit. 

Asma masih bergerak. Namun sudah kehabisan tenaga. Hanya beberapa jari-jarinya bergerak, pertanda dia masih bernafas. Ridhoyatul belum puas. Dia menuju dapur mencari pisau.

Dia lantas bringas. Leher Asma digoroknya menggunakan pisau dapur. 

Darah muncrat keluar. Dia menutupi dengan bantal. Sehingga bajunya tidak terkena percikan darah.

Dalam sekejap Asma telah meninggal dunia. Ridhoyatul langsung keluar rumah, mengambil motornya. Pisau itu dia bawa untuk menghilangkan jejak.

Saat melewati kanal, dia membuang pisau tersebut. Lalu kemudian pulang ke rumahnya. Sambil memikirkan perbuatannya.

Pukul 17.00 wita, Miftahul kembali dari Tabox. Dia melihat pintu rumah tidak tertutup. Namun dia mengabaikannya. 

Pikirannya masih seputar tugas kampus. Dia kemudian masuk kamar lalu istirahat.

Kanit Polsek Manggala Iptu Syamsuddin mengatakan, pelaku mengaku membunuh korban saat sementara berdua berada di rumah. "Sebelum membunuh korban, terjadi cekcok antara keduanya," tutupnya.

 

 

Sumber: rakyatku





Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com