Kepala DPPPA Makassar Tenri A Palallo menggendong bocah yang menjadi korban penyekapan ibu angkat.

Sedihnya Mendengar Pengakuan Bocah yang Disekap dan Dianiaya Ibu Angkat

Selasa,18 September 2018 - 16:30:38 WIB Di Baca : 936 Kali

Riauaktual.com - Kisah tiga bocah yang diduga disekap dan dianiaya oleh ibu angkatnya di Kota Makassar, begitu menyedihkan. Salah satu dari mereka dipingit selama dua tahun dan dipukul.

AW (11), bocah paling tua mengisahkan perlakuan kasar yang dialaminya bersama F (5) dan DV alias DR (2,5).

Diceritakan, Ia mulai dipingit oleh Ibu angkatnya, Memey saat berusia 9 tahun. Saat itu, AW duduk di Kelas 4 di salah satu sekolah dasar di Jalan Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar.

Loading...

"Lama sekali ma di sana (ruko di Jalan Mirah Seruni blok FF). Saya di sana mulai kelas 4 SD. Saat itu saya masih sekolah," ungkap AW saat ditemui di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A)
Dinas PPA Kota Makassar, Rabu (18/9/2018).  

Selama dua tahun dipingit, selama itu pula AW mengalami perlakuan kasar dari ibu angkat. Bahkan, tidak dibiarkan pergi sekolah. AW pun terpaksa berhenti sekolah mulai kelas 4 SD.

"Saya tidak dibiarkan pergi sekolah mulai kelas 4. Kalau masih lanjutkan, saya sudah kelas 6 sekarang," ucap AW.

Selama dua tahun dikurung dalam ruko, AW disuruh membersihkan rumah. Mengepel lantai dan mencuci piring. AW bersama dua bocah lainnya diperlakukan laiknya seorang asisten rumah tangga.

Selain bersih-bersih, AW setiap harinya harus memberi makan enam anjing peliharaan. Sekaligus membersihkan kotorannya.

"Setiap hari, kami membersihkan rumah merapikan barang-barang. Tugas saya memberikan makan anjing,  setelah itu membersihkan kotorannya," tuturnya, sebagaimana dikutip dari rakyatku.com.

Pekerjaan itu harus beres. Jika tidak, mereka mendapat hukuman.

"Rambut saya pernah ditarik. Pernah dipukul pakai gantungan baju dan pernah dipukul pakai sendok panas yang sudah dikasih minyak panas," ungkap AW.

Tiga korban penyekapan sudah ditangani oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan dan Perlindungan Anak  (DPPPA) kota Makassar di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Mulai Bermain

AW adalah perancang skenario untuk kabur dari rumahnya. Skenario itu berhasil dengan mencongkel penghalang gerai ruko yang dipasang ibu angkatnya yang ditinggalinya selama kurang lebih dua tahun.

"Sekarang ketiganya sudah kita tangani, ketiganya sudah mulai terlihat bermain-main, dan kita akan terus berusaha mengembalikan kepercayaan dirinya. Kita akan buat ketiganya menjadi generasi yang berhasil nantinya," ucap
Kepala DPPPA Makassar, Tenri A Palalo.


Share Tweet Google + Cetak

Tulis KomentarIndex
Follow Kami Index
FOLLOW Twitter @riauaktual dan LIKE Halaman Facebook: RiauAktual.com



Loading...