Pencarian

Podcast Kelupas

Kepala Terasa Berputar Saat Mengubah Posisi? Waspada BPPV

Senin, 05 Oktober 2026 • 06:22:23 WIB
Kepala Terasa Berputar Saat Mengubah Posisi? Waspada BPPV
Ilustrasi

RIAUAKTUAL (RA) - Pernah merasa ruangan seperti berputar ketika tiba-tiba duduk atau berguling di tempat tidur? Sensasi tersebut dapat muncul meski tubuh sebenarnya tidak bergerak banyak.

Rasa berputar yang datang mendadak juga bisa membuat tubuh terasa tidak stabil. Sebagian orang bahkan dapat berkeringat atau merasa mual ketika mengalaminya.

Keluhan tersebut biasanya berlangsung singkat. Namun, sensasi yang muncul berulang saat kepala berada pada posisi tertentu dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko jatuh.

Salah satu kondisi yang dapat menyebabkan keluhan tersebut adalah benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), gangguan pada sistem keseimbangan di telinga bagian dalam.

Profesor di departemen neurologi dan bedah kepala-leher sekaligus direktur Vestibular Clinical Laboratory di UCLA School of Medicine, Dr. Gail Ishiyama, mengatakan kristal tersebut sebenarnya merupakan bagian normal dari sistem keseimbangan tubuh.

“Kristal-kristal tersebut merupakan bagian dari anatomi normal Anda untuk fungsi keseimbangan. Pada BPPV, kristal-kristal itu hanya berada di tempat yang salah dan dapat menyebabkan vertigo,” terangnya, disadur dari Time.

Serangan BPPV biasanya singkat, sekitar 15 hingga 60 detik. Namun, keluhan dapat muncul kembali ketika kepala melakukan gerakan tertentu.

BPPV dapat terjadi kapan saja, tetapi kondisi ini terutama umum pada orang berusia 40 hingga 70 tahun. Ishiyama juga menyebut BPPV dialami sekitar dua kali lebih banyak oleh perempuan dibandingkan laki-laki.

Trauma kepala dan prosedur gigi yang melibatkan pengeboran termasuk pemicu yang cukup umum.

Penelitian juga mengaitkan BPPV dengan sejumlah kondisi, seperti penyakit Ménière, diabetes, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, hipotiroidisme, migrain, anemia, osteoporosis, dan neuropati perifer.

Selain itu, penelitian semakin menunjukkan bahwa kadar vitamin D yang rendah dapat menjadi faktor risiko BPPV.

Bagaimana Kondisi ini Didiagnosis dan Diobati?

Mendapatkan diagnosis BPPV tidak selalu mudah. Profesor madya otolaringologi dan neurotologi di Washington University School of Medicine di St. Louis, Dr. Nedim Durakovic mengatakan sebagian pasien justru menjalani pemeriksaan yang lebih kompleks.

“Salah satu hal yang membuat saya frustrasi adalah pasien yang mengalami kondisi ini pergi ke IGD atau menjalani MRI maupun CT scan kepala, padahal yang dibutuhkan hanya membaringkan mereka dan melihat mata mereka,” jelasnya.

Salah satu pemeriksaan yang dapat digunakan adalah manuver Dix-Hallpike.

Pasien diminta berpindah dari posisi duduk ke berbaring sambil menggerakkan kepala ke arah tertentu, kemudian dokter mengamati gerakan matanya.

Gerakan mata yang cepat, berulang, dan tidak disengaja atau nistagmus dapat menyertai vertigo akibat BPPV.

Penanganan awal BPPV umumnya menggunakan manuver Epley, yaitu rangkaian gerakan kepala dan tubuh untuk mengeluarkan kristal dari kanal semisirkularis dan mengembalikannya ke tempat yang semestinya.

Penelitian yang dikutip dalam sumber menunjukkan manuver ini membantu lebih dari 80 persen penderita BPPV. Namun, pada sebagian orang, manuver perlu dilakukan beberapa kali.

Profesor madya otolaringologi dan neurotologi di Case Western Reserve University School of Medicine, Dr. Cameron Wick menjelaskan fungsi manuver reposisi tersebut.

“Manuver posisi menggerakkan kristal mengikuti jalur keluar dari kanal dan kembali ke tempatnya,” ucapnya.

BPPV juga dapat kambuh setelah berhasil ditangani. Menurut Ishiyama, kekambuhan terjadi pada sekitar 20 persen orang yang pernah mengalami kondisi tersebut.

Ia mengatakan konsumsi suplemen vitamin D, menjaga tubuh tetap terhidrasi, dan rutin melakukan olahraga aerobik dapat membantu mengurangi kemungkinan kekambuhan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks