PEKANBARU (RA) - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Apalagi saat ini tengah terjadi peralihan cuaca dari musim panas ke musim penghujan. Diskes mencatat jumlah warga yang mengalami DBD mencapai 706 orang dan tiga orang meninggal dunia.
Langkah penanganan yang cepat serta pencegahan yang konsisten menjadi kunci utama agar terhindar dari bahaya penyakit yang ditularkan oleh nyamuk ini.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, menjelaskan bahwa DBD merupakan penyakit demam yang dapat disertai pendarahan di bawah kulit, selaput hidung, hingga lambung.
"Virus Dengue ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Ciri-ciri nyamuk ini sangat khas, yaitu memiliki corak berwarna hitam dan putih pada tubuhnya," ujar Hazli Fendriyanto, Minggu (27/9/2026).
Hazli juga menegaskan bahaya dari penularan ini, di mana hanya dengan satu kali gigitan saja, nyamuk tersebut sudah dapat menularkan virus kepada manusia.
Masyarakat diimbau untuk segera mengenali beberapa gejala awal serangan DBD, di antaranya demam tinggi mendadak. Munculnya bintik-bintik merah pada kulit, kemudian nyeri pada sendi dan otot, sakit perut, diare, dan muntah-muntah.
Jika anggota keluarga mulai menunjukkan gejala awal tersebut, tindakan pertolongan pertama yang harus dilakukan di rumah antara lain minum air putih sebanyak mungkin untuk mencegah dehidrasi.
Lalu minum obat penurun demam atau panas sesuai dosis. Kompres tubuh dengan air dingin.
"Kami mengingatkan kepada seluruh warga, jika dalam tiga hari demam tidak kunjung turun, jangan ditunda lagi dan segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat," tegas Hazli.
Guna memutus rantai penularan nyamuk Aedes aegypti, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru mengajak masyarakat untuk aktif melakukan upaya pencegahan di rumah dan lingkungan sekitar, meliputi menguras bak mandi secara berkala. Menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti bak, drum, dan wadah lainnya.
Lalu mengubur atau mengelola barang-barang bekas yang berpotensi menampung air hujan. Gunakan pembasmi nyamuk di dalam rumah. Melakukan fogging (pengasapan) pada lingkungan atau rumah jika diperlukan.
Dengan peran aktif seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, Hazli mengharapkan angka kasus DBD di Kota Pekanbaru dapat ditekan secara maksimal.