Pencarian

Podcast Kelupas

Ngeri! Gelombang Panas di Prancis, Rumah Duka Kewalahan Tampung Jenazah

Kamis, 02 Juli 2026 • 06:00:35 WIB
Ngeri! Gelombang Panas di Prancis, Rumah Duka Kewalahan Tampung Jenazah
ilustrasi.

RIAUAKTUAL (RA) - Eropa telah dilanda gelombang panas selama beberapa pekan terakhir. Gelombang panas yang datang lebih awal pada musim panas tahun ini berlangsung sangat intens dan berkepanjangan, membuat masyarakat di berbagai negara kepanasan, sulit tidur, hingga menghadapi risiko gangguan kesehatan yang serius.

Warga Paris sempat merasakan sedikit kelegaan pada akhir pekan setelah badai petir dan angin yang lebih sejuk menurunkan suhu ke tingkat yang lebih nyaman. Namun, dampak sebenarnya terhadap korban jiwa baru mulai terlihat.

Data awal menunjukkan jumlah kematian di Prancis meningkat tajam. Badan kesehatan nasional Prancis mencatat sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari yang diperkirakan sejak 24 Juni, dan angka tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan.

Sekitar 85 persen korban meninggal berusia 65 tahun ke atas, kelompok yang memang paling rentan terhadap cuaca panas ekstrem. Selain itu, sedikitnya 40 orang lainnya tewas akibat tenggelam setelah banyak warga mencari cara untuk mendinginkan tubuh dengan berenang di kanal, sungai, maupun perairan terbuka.

Dikutip dari France24, lonjakan korban meninggal membuat rumah duka dan kamar jenazah kewalahan. Ketua Federasi Pemakaman Nasional Prancis mengatakan tingkat keterisian rumah duka telah melampaui 66 persen secara nasional, meningkat tajam dibandingkan kondisi normal yang berkisar 30-45 persen. Bahkan, dua rumah duka di pusat Kota Paris telah mencapai kapasitas penuh sejak Jumat.

Gelombang panas ini juga memicu perdebatan politik. Sejumlah pihak dari kubu kiri maupun kanan mengkritik respons pemerintah yang dinilai kurang memadai. Namun, Perdana Menteri Prancis Sébastian Lecornu membela langkah pemerintah dan menyatakan bahwa langkah-langkah penanganan yang diterapkan sejauh ini telah berjalan dengan baik.

Ahli epidemiologi Antoine Flahault dari Rumah Sakit Bichat di Paris utara mengatakan rumah sakit tempatnya bekerja relatif lebih siap menghadapi gelombang panas karena telah dilengkapi pendingin ruangan (AC).

Namun, menurutnya, sebagian besar rumah sakit di Prancis belum memiliki fasilitas tersebut.

"Sebagian besar tempat tidur rumah sakit tidak dilengkapi AC," ujarnya.

Flahault menambahkan, pemasangan AC di rumah sakit berpotensi menurunkan angka kematian selama gelombang panas hingga 40 persen. Ia menilai kini semakin banyak kalangan politik yang sepakat bahwa rumah sakit, sekolah, hingga panti lanjut usia membutuhkan fasilitas pendingin ruangan.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks