PEKANBARU (RA) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 23 titik panas (hotspot) terdeteksi di Provinsi Riau berdasarkan pemantauan satelit hingga Minggu (28/6/2026).
Jumlah tersebut merupakan bagian dari total 201 hotspot yang terpantau di Pulau Sumatera.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi, menyebutkan Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak di Riau, yakni enam titik.
Selain itu, lima titik panas terpantau di Kabupaten Kuantan Singingi, empat titik di Kabupaten Pelalawan, masing-masing dua titik di Kabupaten Rokan Hulu, Siak, dan Indragiri Hilir.
Sementara itu, masing-masing satu titik panas terdeteksi di Kota Dumai dan Kota Pekanbaru.
Secara regional, Provinsi Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Pulau Sumatera, yakni mencapai 58 titik. Selanjutnya disusul Jambi dengan 40 titik, Bangka Belitung 30 titik, dan Riau sebanyak 23 titik.
Selain itu, BMKG juga mencatat 15 hotspot di Bengkulu, 14 titik di Lampung, 14 titik di Sumatera Barat, lima titik di Aceh, dan dua titik di Sumatera Utara.
Meningkatnya jumlah hotspot di sejumlah daerah menjadi perhatian serius mengingat saat ini sebagian wilayah Riau mulai memasuki musim kemarau. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).