Pencarian

Podcast Kelupas

Riau Masuk Prioritas Penanganan Karhutla, Bantuan Darat Hingga OMC Dikerahkan

Kamis, 05 Maret 2026 • 12:13:29 WIB
Riau Masuk Prioritas Penanganan Karhutla, Bantuan Darat Hingga OMC Dikerahkan
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Dr Suharyanto

PEKANBARU (RA) - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Dr Suharyanto mengungkapkan Indonesia mengalami peningkatan dalam penanganan Karhutla dalam kurun waktu 7 tahun terakhir.

Hal tersebut dibuktikan dengan tidak adanya kebakaran hutan dan lahan cukup besar yang terjadi sejak 2019.

"Tujuh tahun ini Indonesia sudah bisa membuktikan tidak ada kebakaran besar setelah 2019. Bahkan pada 2023 saat El Nino terjadi, Indonesia sudah bisa mengatasi," katanya, Kamis (5/3/2026).

Dirinya menyebutkan Kementerian Koordinator Polkam dibawah kepemimpinan Menteri Djamari Chaniago meminta kondisi ini dapat terus dipertahankan.

"Kami mendapatkan arahan dari bapak Menko Polkam agar kondisi ini dipertahankan dan ditingkatkan," katanya.

Suharyanto menyebutkan terdapat 6 provinsi prioritas penanganan Karhutla di Indonesia. Di mana, 3 provinsi berada di wilayah Sumatera dan 3 lainnya berada di wilayah Kalimantan.

"Ada 6 provinsi dengan skala prioritas penanganan Karhutla berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 3 tahun 2020. Untuk Sumatera ada 3 yakni Riau, Jambi dan Sumatera Selatan. Sementara di Kalimantan ada 3 provinsi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan," sebutnya.

Pihaknya juga telah mempersiapkan langkah pencegahan. Baik melalui darat, operasi modifikasi cuaca dan pembentukan satgas.

"Yang pertama, kami informasikan keterpaduan semua pihak menjadi kunci. Tidak ada satu institusi yang memiliki peran lebih, semua berkolaborasi, bekerjasama dan bersinergi," katanya.

"Ketika api masih kecil, dapat ditangani oleh pemerintah kabupaten dan Provinsi. Dari 6 provinsi prioritas, baru Riau yang meminta bantuan pusat, per Maret. Sehingga Menko Polkam memerintahkan kami untuk hadir di Provinsi Riau," tambahnya.

Kemudian, untuk kondisi Karhutla yang sedang terjadi, pihaknya juga menginstruksikan langkah operasi modifikasi cuaca (OMC). Dikatakannya, hal ini menjadi paling efektif dan efisien.

"Dengan mendatangkan hujan, sehingga Karhutla bisa padam. Apabila curah hujan berkurang karena masuk musim kemarau. Maka satgas darat yang akan bekerja," ungkapnya.

Pada masing-masing provinsi prioritas, disebutkan Suharyanto, juga telah terbentuk Satgas Darat, yang tergabung dalam beberapa instansi. Diantaranya TNI, Polri, masyarakat peduli api, Manggala Agni, relawan dan lainnya yang dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran.

"Apabila satgas darat sudah bekerja dan OMC sudah dilakukan, namun tidak dapat menangani, kita bantu dengan heli waterbombing," pungkasnya.

Dijelaskannya, pada fenomena El Nino tahun 2023, pihaknya mengerahkan 50 unit heli waterbombing. Namun, pada 2025, untuk semua provinsi prioritas, pihaknya hanya mengerahkan 25 unit heli waterbombing.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Video

Indeks

Berita Terkini

Indeks