Selain Meriahkan PON, JE Singgahi Rumah Pemulung

Selain Meriahkan PON, JE Singgahi Rumah Pemulung
JE ketika mengobrol dengan pemulung di Rumbai.

PEKANBARU (RA) - Di sela-sela menghadiri pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Tahun 2012 di Pekanbaru, bakal calon Gubernur Riau 2013-2018 yang diusung PAN dan PKS, H Jon Erizal SE MBA  menyempatkan diri singgah di tempat penampungan hasil pemulung di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Meranti Pandak, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru, Rabu (12/9).
 
Tanpa sungkan-sungkan, Jon Erizal bersalaman dengan sejumlah pemulung yang tangannya kotor memegang barang-barang bekas. “Segan saya pak, tangan saya kotor,” kata Marzuki, seorang pemulung, sambil menarik tangannya. “Ah, nggak apa-apa,” jawab Jon seraya menyalaminya. Selanjutnya Jon terlibat percakapan dengan Marzuki.

Menurut Marzuki, dirinya sudah bertahun-tahun menjadi pemulung di kawasan Rumbai.  Barang-barang yang dipulung antara lain tembaga, kuningan, aluminium, besi dan plastic tebal. Satu hari Marzuki bisa meraup uang sekitar Rp100 ribu, bahkan lebih. Dari hasil memulung inilah dia menghidupi dan menyekolahkan tiga orang putrinya yang masih kecil. “Bagaimana lagi pak, inilah yang bisa kita kerjakan. Yang penting halal pak,” ujarnya.

Pemilik penampungan pemulung, Dahnil menjelaskan Marzuki termasuk pemulung yang berhasil.  Selama tiga tahun bekerja dengannya, Marzuki kini sudah punya rumah petak di Rumbai. “Karena dia buta huruf, saya yang mengurus surat-surat tanahnya,” kata Dahnil.

Namun, tidak semua pemulung bernasib baik seperti Marzuki. Masih ada ratusan orang lagi yang masih menyewa rumah. Sebagai mitra kerja pemulung, Dahnil yang berasal dari Nagari Kototangah, Kecamatan Tilatang Kamang,  Kabupaten Agam, Sumbar, itu  berusaha untuk menjadi bapak angkat dan pembina para pemulung.

“Jika ada kemalangan, kematian atau kecelakaan ketika bekerja di lapangan, kita yang mengurusnya. Kita juga berupaya untuk membantunya,” kata Dahnil yang juga Ketua RW 12 Kelurahan Meranti Pandak.

Jon Erizal yang juga pengusaha nasional memahami betul kondisi para pemulung. Kepada Dahnil disarankan untuk membuat koperasi atau badan usaha lainnya, sehingga mereka dapat dibantu melalui program-program yang dibuat pemerintah. “Para pemulung ini adalah aset dan warga masyarakat kita. Jadi perlu mendapat perhatian agar ekonominya dapat terangkat,” ujarnya. (rls)

Berita Lainnya

View All