Current Date: Selasa, 27 Februari 2024

Penganiayaan Pembantu di Bengkalis Jangan Kaitkan Dengan SARA

Penganiayaan Pembantu di Bengkalis Jangan Kaitkan Dengan SARA
Maria Imelda korban penganiayaan

BENGKALIS (RA) - Pemuda Pancasila Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, mengutuk tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh Herman dan Wati, pasangan suami istri terhadap pembantu rumah tangga  mereka, Maria Imelda, yang terjadi di Kecamatan Bukit Batu beberapa hari lalu.

Meski pasangan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka, kejadian ini harus menjadi pelajaran bagi warga lain untuk tidak melakukan hal yang sama.

Demikian diutarakan Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Bukit Batu Asep Setiawan, Amd kepada wartawan usai rapat di kantor PAC PP Sungai Pakning, Rabu (27/4/2016).

"Kami mengutuk keras perbuatan penganiayaan yang dilakukan pasangan suami-istri terhadap pembantu rumah tangga ini, apalagi penganiayaan ini sudah dilakukan pelaku berulang kali," kesal wawan.

Dalam pernyataannya, Wawan mengapresiasi Polsek Bukit Batu yang bergerak cepat menangani kasus kekerasan ini. Wawan juga mengimbau kepada warga agar segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan kejadian atau tindakan-tindakan yang melanggar hukum. "Mari sama-sama kita jaga keamanan dan kondusifitas di Kecamatan Bukit Batu karena ini merupakan tanggungjawab kita bersama," ujarnya.

Ketua PAC PP kecamatan Bukit Batu ini juga mengingatkan dan meminta kepada warga agar tidak mengaitkan kejadian ini dengan unsur SARA karena kebetulan pelaku merupakan warga keturunan Tionghoa.

"Bukan berarti semua warga Tionghoa itu berperilaku sama dengan tersangka, jangan sampai ada pihak-pihak yang memprovokasi peristiwa ini untuk memecah-belah masyarakat Kecamatan Bukit Batu yang selama ini hidup rukun berdampingan dan saling bertoleransi antar suku dan agama," tegas wawan.

Sementara itu, warga Tionghoa Sungai Pakning yang tidak mau namanya disebutkan juga mengutuk perbuatan yang dilakukan pasangan suami istri tersebut, selain tidak bermoral dan tidak berprikemanusiaan juga karena hal ini membuat malu seluruh warga Tionghoa Sungai Pakning bahkan di seluruh dunia. (Dr)

Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index