Bincang Karya, H Abdullah Ajak Millenial Tingkatkan Kualitas Hadapi Industri 4.0

Ahad, 24 November 2019 | 12:43:45 WIB
Foto bersama peserta Bincang Karya

Riauaktual.com - Ekonomi kreatif menjadi salah satu penyokong berkembangnya ekonomi Indonesia saat ini. Terlebih, saat era digital dan kaum millenial menambah warna ekonomi kreatif Indonesia menjadi lebih beragam dengan kreasi teknologi.

Hal ini yang ditunjukan kaum millenial di Kabupaten Pelalawan dengan menggelar bincang karya di 16 Sektor Ekonomi Kreatif Era 4.0, Sabtu (23/11/19) malam di Om_Dutcoffe Jalan Lintas Timur, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan.

Acara bincang karya dihadiri oleh Narasumber seperti Anggota Komisi I DPRD Pelalawan, H Abdullah S.Pd, Pimpinan Redaksi Pelalawan Pos, Erik Suhenra S. I.Kom, Komunitas Genpi Pelalawan, Ikatan Bujang Dara, Komunitas Dakwah Muslimah, Komunitas Desain, Komunitas Interior, Komunitas Fashion, Komunitas Fotografer dan Pengurus JPRMI.

Kegiatan acara yang dimulai dari pukul 20.00 WIB itu diikuti oleh puluhan peserta pelaku ekonomi kreatif yang terdiri dari kaum millenial yang berada di Kabupaten Pelalawan. Kegiatan bincang karya semakin menarik dengan banyaknya tanya jawab oleh para peserta.

H Abdullah SPd mengatakan bahwa kegiatan bincang karya seperti ini baru diikutinya bersama millenial dan dirinya berharap bincang karya terus berlanjut, sebab salah satu munculnya pemikirian kreatif seringnya melakukan dialog atau diskusi.

Millenial sebagai garda terdepan dalam pembangunan Indonesia khususnya Kabupaten Pelalawan, dengan berkomitmen pada peningkatan SDM serta inovasi dalam teknologi khususnya industri digital 4.0 yang berbasis ekonomi kreatif. 

"Tentunya, kegiatan seperti ini diharapkan menambah wawasan, meningkatkan silahturahmi sehingga menambah sinergi dalam pembangunan Kabupaten Pelalawan," ujar H Abdullah S.Pd saat menyampaikan materi.

Sementara itu, salah satu peserta bincang karya, Riko berharap kegiatan dialog bersama pelaku usaha kreatif millenial ini dapat menularkan motivasi terhadap para peserta.

"Ya, kita harapkan dialog seperti ini dapat dilakukan kembali, sebab kalau hanya sekali tidak akan maksimal, tentu dibutuhkan proses serta motivasi dari pelaku usaha yang sudah sukses,"tandasnya.

Adapun 16 Sektor Ekonomi Kreatif diantaranya, Seni Pertunjukan, Desain Komunikasi Visual, Televisi dan Radio, Penerbitan, Seni Rupa, Periklanan, Kuliner, Fotografi, Fashion, Arsitektur, Desain Animasi, Aplikasi, Desain Produk, Desain Interior, Kriya dan Musik. (Erik)

Terkini

Terpopuler