Dekranasda Dorong Gerakan Berkain untuk Lestarikan Wastra Melayu Riau

Sabtu, 07 November 2026 | 19:14:00 WIB
Riau Berkain 2026 yang digelar Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Riau di Hotel Grand Elite, Pekanbaru, Sabtu (7/11/2026).

PEKANBARU (RA) - Plt Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, mengajak masyarakat untuk membiasakan diri mengenakan kain tradisional sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Melayu.

Ajakan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Riau Berkain 2026 yang digelar Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Riau di Hotel Grand Elite, Pekanbaru, Sabtu (7/11/2026).

Adrias mengatakan, kegiatan Riau Berkain menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan wastra Melayu sekaligus memperkuat identitas budaya daerah. Menurutnya, kain tradisional tidak sekadar menjadi bagian dari tren busana, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang perlu dijaga.

"Saya sangat bangga karena Riau Berkain menunjukkan identitas kita. Kita tidak lari dari budaya kita. Mari membiasakan diri mengenakan kain tradisional agar budaya Melayu tetap hidup di tengah masyarakat," ujarnya.

Ia mengapresiasi API Riau dan seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, Riau Berkain juga menjadi wadah untuk mempertemukan berbagai pihak, mulai dari pelaku industri tekstil, desainer hingga pengrajin dalam mengembangkan potensi wastra daerah.

"Di balik selembar kain, terdapat ketekunan dan budaya yang harus kita jaga. Saya senang kegiatan ini terus berkembang dan mampu menyatukan berbagai pihak untuk berkolaborasi," ungkap Adrias.

Ia menambahkan, Riau memiliki kekayaan kain tradisional dengan beragam motif dan karakteristik yang mencerminkan identitas budaya Melayu. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan melalui kreativitas para desainer serta dukungan industri agar mampu bersaing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Adrias juga menyoroti pertumbuhan industri tekstil dan pakaian jadi yang mencapai 10,55 persen pada 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, capaian tersebut menjadi peluang untuk mendorong perkembangan industri tekstil daerah, termasuk produk wastra dan tenun Riau.

Dalam hal ini, Dekranasda memiliki peran untuk mendukung pengembangan produk kerajinan lokal agar semakin dikenal masyarakat dan memiliki nilai ekonomi.

Meski demikian, ia menilai pengembangan wastra Riau masih membutuhkan sinergi berbagai pihak. Kekayaan motif tradisional, kreativitas desainer, serta dukungan dunia industri harus saling terhubung agar produk lokal dapat berkembang lebih luas.

"Riau memiliki banyak kekuatan, mulai dari motif, kreativitas, hingga dukungan dunia industri. Tantangannya adalah bagaimana semua potensi ini bisa terhubung dan menjangkau pasar yang lebih luas," katanya.

Melalui Riau Berkain 2026, Adrias berharap gerakan mengenakan kain tradisional semakin membudaya, khususnya di kalangan generasi muda. Dengan demikian, warisan budaya Melayu Riau tidak hanya dipertahankan, tetapi juga terus diperkenalkan dan dikembangkan mengikuti perkembangan zaman.

"Mari membiasakan diri mengenakan dan mengenalkan kebudayaan daerah. Kita ingin warisan budaya Melayu tetap terjaga," ajaknya.

Terkini

Terpopuler