PKB Bengkalis Gelar Bedah Buku Sosialisme Islam, Bahas Keadilan Sosial hingga Pengelolaan SDA

Sabtu, 07 November 2026 | 11:05:39 WIB
PKB Bengkalis Gelar Bedah Buku Sosialisme Islam.

BENGKALIS (RA) - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bengkalis menggelar bedah buku dan diskusi bertema Sosialisme Islam di Ballroom Twin Hotel Bengkalis, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan ini menjadi upaya PKB menghidupkan kembali tradisi intelektual sekaligus mendorong pemikiran kritis mengenai keadilan sosial, pemberdayaan masyarakat hingga pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah akademisi dan tokoh masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian agenda pengukuhan pengurus DPC PKB Bengkalis yang dijadwalkan berlangsung Sabtu malam di Gedung Cik Puan, Bengkalis.

Dalam diskusi tersebut, peserta diajak mengulas relevansi pemikiran Sosialisme Islam, khususnya gagasan dua tokoh besar, H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syariati.

Pembahasan tidak hanya menyentuh aspek pemikiran dan ideologi, tetapi juga dikaitkan dengan persoalan ekonomi, keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam serta keberlanjutan lingkungan hidup.

Hadir sebagai narasumber Sekretaris Eksekutif Bahtera Melayu, Khairul Saleh, SH, MH dan Sekretaris I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bengkalis, Ruliono, S.Sos.I, M.Si. Diskusi dipandu moderator Billy Yanis Syaputra.

Ketua DPC PKB Bengkalis, Irmi Syakip mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen partainya untuk menghidupkan kembali budaya intelektual dan ruang diskusi yang mulai tergerus di tengah masyarakat.

Menurutnya, PKB yang kini berusia 28 tahun memiliki keterkaitan sejarah dengan perjalanan reformasi Indonesia pada 1998. Keduanya lahir dari semangat perubahan dan aspirasi masyarakat untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang lebih baik.

Ia menilai, perjalanan reformasi yang hampir memasuki tiga dekade perlu terus dievaluasi, terutama terkait tata kelola sumber daya alam. Pengelolaan kekayaan alam harus mengedepankan prinsip keadilan, mendorong kemandirian ekonomi dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Berbagai persoalan yang muncul hari ini harus segera kita evaluasi, koreksi dan benahi. Kita perlu melihat sejauh mana kemaslahatan yang bisa dicapai dan kemudaratan yang harus dicegah demi masa depan anak cucu serta kelangsungan kehidupan bangsa sesuai amanat konstitusi," ujar Irmi.

Ketua Fraksi PKB DPRD Bengkalis itu menambahkan, gagasan Sosialisme Islam merupakan upaya mengembalikan semangat ekonomi yang berorientasi pada amanat konstitusi.

Pemikiran tersebut juga dinilai dapat menjadi salah satu pendekatan dalam menjawab berbagai tantangan bangsa, mulai dari persoalan ekonomi, politik, sosial hingga kebudayaan.

Ia menyebut, pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syariati masih relevan untuk membaca berbagai persoalan saat ini. Karena itu, forum diskusi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang bertukar pendapat, tetapi juga membangun kembali tradisi intelektual, terutama di kalangan mahasiswa dan akademisi.

"Kita ingin mengembalikan tradisi intelektual. Gerakan mahasiswa bukan hanya gerakan aksi, tetapi juga harus dibangun melalui kekuatan alam pikiran dan dasar pemikiran yang kuat. Pemikiran tokoh-tokoh besar yang selama ini seakan ditinggalkan justru masih sangat kontekstual dengan kondisi hari ini," ungkapnya.

Sementara itu, moderator diskusi, Billy Yanis Syaputra mengatakan, bedah buku tersebut menjadi ruang untuk mengulas hubungan antara nilai-nilai Islam dan gagasan sosialisme.

Termasuk bagaimana pemikiran H.O.S. Tjokroaminoto dan Ali Syariati dapat diterapkan dalam menjawab berbagai persoalan sosial kontemporer.

Billy yang juga dosen IAIN Laksmana Bengkalis itu menilai, kesadaran sosial seseorang turut dipengaruhi lingkungan tempat ia tumbuh dan berinteraksi. Karena itu, pemahaman terhadap kondisi sosial penting dalam membangun perspektif kritis terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Ia berharap pembahasan Sosialisme Islam tidak berhenti sebatas teori, tetapi mampu melahirkan gagasan nyata terkait pemberdayaan masyarakat, keadilan dalam pemanfaatan sumber daya alam serta pelestarian lingkungan hidup.

"Bagaimana sumber daya alam dikelola sesuai hakikat dan peruntukannya, serta bagaimana lingkungan hidup tetap dijaga dan dilestarikan. Ini menjadi bagian penting yang perlu kita bedah dan diskusikan bersama," ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Syuro PKB Bengkalis Khairi Samto, Sekretaris DPC PKB Riza Zulhelmi, Bendahara Muhammad Faizal, Ketua Garda Bangsa Ismail Marzuki serta sejumlah anggota DPRD Fraksi PKB.

Selain bedah buku, rangkaian agenda PKB Bengkalis juga diisi dengan Orientasi Politik Pengurus, Musyawarah Cabang Perempuan Bangsa, Musyawarah Kerja DPC PKB Bengkalis, pengukuhan pengurus hingga kegiatan Garda Run yang dijadwalkan berlangsung Ahad pagi.

Tags

Terkini

Terpopuler