Riau Dorong Rehabilitasi Mangrove Sekaligus Tingkatkan Ekonomi Warga

Jumat, 30 Oktober 2026 | 14:47:00 WIB
Sekda Riau, Syahrial Abdi menerima PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi, di Kantor Gubernur Riau, Jumat (30/10/2026).

PEKANBARU (RA) - Rehabilitasi mangrove di Provinsi Riau melalui program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR) telah mencapai 3.321 hektare hingga Oktober 2026. Capaian tersebut setara dengan 87 persen dari total target rehabilitasi seluas 4.000 hektare.

Perkembangan program pemulihan ekosistem pesisir itu dibahas dalam pertemuan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI di Kantor Gubernur Riau, Jumat (30/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau tersebut dipimpin PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi, dan disambut Sekda Riau, Syahrial Abdi.

Syahrial mengatakan, rehabilitasi mangrove tidak cukup hanya berorientasi pada penanaman pohon. Program tersebut juga harus mampu menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat, khususnya pemilik lahan, menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan rehabilitasi mangrove. Masyarakat diharapkan terlibat dalam seluruh tahapan, mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga pemulihan ekosistem.

"Program ini bukan sekadar menanam mangrove, tetapi bagaimana kita memastikan kawasan pesisir tetap terjaga dan masyarakat mendapatkan manfaat. Karena itu, pemilik lahan juga perlu dilibatkan dalam setiap proses, mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga pemulihan ekosistem," ujar Syahrial.

Ia menambahkan, pengembangan kawasan mangrove perlu diintegrasikan dengan kegiatan ekonomi produktif masyarakat pesisir. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mengembangkan budidaya ikan, kepiting, dan komoditas lainnya secara selaras dengan upaya perlindungan ekosistem mangrove.

"Kita ingin program ini terintegrasi dengan ekonomi masyarakat. Kawasan mangrove bisa dikembangkan berdampingan dengan tambak ikan, kepiting dan potensi ekonomi lokal lainnya. Model seperti ini nantinya akan kita adopsi untuk diterapkan di daerah pesisir Riau," jelasnya.

Sementara itu, PPIU Manager M4CR Riau, Muhammad Arif Fahrurrozi, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan menyampaikan perkembangan pelaksanaan program sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemprov Riau.

Ia mengapresiasi dukungan pemerintah provinsi dan lima pemerintah kabupaten yang menjadi lokasi pelaksanaan program M4CR di Riau.

"Kami datang untuk menyampaikan progres pelaksanaan program sekaligus mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Riau. Sinergi dengan pemerintah daerah sangat penting, terutama karena Bapak Sekda juga merupakan Ketua Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Riau," ungkap Arif.

Arif menjelaskan, Riau merupakan satu dari empat provinsi yang menjadi lokasi pelaksanaan program M4CR di Indonesia. Tiga provinsi lainnya adalah Sumatera Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Program yang telah berjalan sejak 2024 itu dijadwalkan berlangsung hingga 2027.

Di Provinsi Riau, pelaksanaannya mencakup lima kabupaten, yakni Indragiri Hilir, Kepulauan Meranti, Bengkalis, Pelalawan, dan Rokan Hilir.

Dari total target rehabilitasi seluas 4.000 hektare, sebanyak 3.321 hektare telah diselesaikan hingga 2026. Dengan capaian sekitar 87 persen, masih terdapat sekitar 679 hektare yang perlu diselesaikan untuk memenuhi target program.

"Dengan total target 4.000 hektare, pada 2026 ini kita sudah menyelesaikan 3.321 hektare atau setara dengan 87 persen. Capaian ini tidak terlepas dari dukungan Pemerintah Provinsi Riau bersama lima kabupaten yang menjadi lokasi program," tutupnya.

Tags

Terkini

Terpopuler