Pekanbaru Catat Capaian Imunisasi Zero Dose Tertinggi di Riau, Jangkau 264 Bayi dalam 10 Hari

Senin, 12 Oktober 2026 | 14:52:00 WIB
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar melihat langsung proses imunisasi dalam program Bulan Imunisasi Kejar.

PEKANBARU (RA) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru, terus mempercepat upaya mengejar target imunisasi anak. Dalam 10 hari pertama pelaksanaan Bulan Imunisasi Kejar 2026, petugas kesehatan berhasil menjangkau 264 bayi yang sebelumnya belum mendapatkan imunisasi dosis pertama.

Capaian tersebut menempatkan Pekanbaru di posisi pertama dalam intervensi zero dose di Provinsi Riau. Jumlah bayi yang berhasil dijangkau menjadi yang tertinggi dibandingkan 11 kabupaten/kota lainnya di Riau.

Ratusan bayi tersebut mendapatkan imunisasi dosis pertama vaksin DPT-HB-Hib-1. Program ini menyasar bayi berusia 3 hingga 11 bulan yang belum pernah menerima dosis pertama vaksin tersebut.

Imunisasi DPT-HB-Hib penting untuk melindungi anak dari enam jenis penyakit, yakni difteri, pertusis atau batuk rejan, tetanus, hepatitis B, serta infeksi akibat Haemophilus influenzae tipe b (Hib).

"Sampai saat ini cakupan intervensi zero dose dalam Bulan Imunisasi Kejar sudah hampir tiga ratus bayi," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, Senin (12/10/2026).

Menurut Dedy, Pemko Pekanbaru terus melakukan percepatan untuk menjangkau anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi. Upaya ini dilakukan melalui koordinasi dengan berbagai pihak agar sasaran imunisasi dapat dijangkau di 15 kecamatan.

Ia mendorong petugas kesehatan mengintensifkan upaya jemput bola, dan sweeping atau penelusuran bayi yang belum memperoleh imunisasi. 

Dalam pelaksanaannya, petugas dapat melibatkan pengurus RT dan RW serta tokoh masyarakat untuk membantu menemukan sasaran yang belum terdata atau belum mendapatkan pelayanan imunisasi.

Dinas Kesehatan juga telah membentuk satuan tugas (satgas) imunisasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor di tingkat kecamatan. Selain itu, koordinasi dengan puskesmas dilakukan untuk mendata ulang sekaligus menelusuri anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi.

Di sisi lain, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terus digencarkan. Orang tua diimbau membawa anak mereka ke fasilitas pelayanan kesehatan agar memperoleh imunisasi sesuai sasaran program.

"Sekarang kita berkoordinasi untuk melakukan percepatan jangkauan imunisasi di Kecamatan Kulim. Ini sekaligus sosialisasi dan edukasi," pungkasnya.

Terkini

Terpopuler