PEKANBARU (RA) - Sebanyak 54 siswa yang berasal dari SD Al Andalus Islamic School mengikuti kegiatan cooking class di BATIQA Hotel Pekanbaru, Selasa (22/9/2026).
Dalam cooking class tersebut, para siswa diajak untuk terlibat langsung dalam proses membuat dan menghias makanan serta minuman.
Chef BATIQA Hotel Pekanbaru, Khairul Anas yang memandu langsung cooking class mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang rutin digelar BATIQA Hotel Pekanbaru. Dalam sepekan, kegiatan serupa dapat dilaksanakan satu kali, dengan jumlah kegiatan sekitar tiga hingga empat kali dalam sebulan.
“Iya ini sebenarnya kegiatan rutin setiap minggu. Hari ini menu di cooking class kita membuat cake berbentuk micky mouse dan minuman,” jelas Khairul.
Ia menambahkan, peserta cooking class berasal dari berbagai sekolah. Sebagian sekolah sebelumnya telah mendapat kunjungan dari pihak hotel dan kemudian diajak mengikuti kegiatan, sementara sebagian lainnya menghubungi pihak hotel secara langsung.
"Biasanya memang cooking class ini diikuti anak-anak TK dan SD, hari ini cukup ramai sampai 54 anak yang ikut cooking class. Menunya juga kita buat beda-beda, lebih sering buat cake bentuk karakter, tapi kadang juga buat burger atau sandwich gitu," tambahnya.
Sementara itu, guru pendamping SD Al Andalus Islamic School, Ustazah Nesa, menjelaskan bahwa ini merupakan kegiatan field trip dan menjadi agenda tahunan sekolah yang dilaksanakan setiap September.
“Kegiatan seperti ini memang kegiatan setiap tahunnya dari sekolah di bulan September, namanya field trip. Jadi per kelas 1 sampai 6 setiap tahunnya pasti ada kegiatan field trip,” ungkap Nesa.
Ia mengatakan, pihak sekolah memilih kegiatan cooking class karena ingin memberikan pengalaman berbeda kepada para siswa. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar sekaligus berkreasi secara langsung.
“Untuk di BATIQA Hotel kebetulan baru pertama kali kami di sini. Saya mendapatkan impresi yang sangat luar biasa, sangat bagus, apalagi untuk cooking class ini,” katanya lagi.
Nesa menambahkan, pihak sekolah mengapresiasi fasilitas yang diberikan selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, tempat yang nyaman dan luas membuat para siswa dapat mengikuti kegiatan dengan lebih leluasa.
“Kami sangat berterima kasih karena sudah diberikan tempat yang nyaman dan luas untuk anak-anak dapat berekspresi dengan baik. Anak-anak juga terlihat sangat senang,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan seperti cooking class menjadi pengalaman yang menarik bagi siswa karena mereka dapat mencoba membuat makanan secara langsung. Pengalaman tersebut dinilai berbeda dari aktivitas pembelajaran yang biasa mereka jalani di sekolah.